Program ILC, Dewan Pers: Tidak ada Yang Berani Negor Karni Ilyas

BATAM, (tubasmedia.com) – Program Indonesia Lawyer Club (ILC) yang tayang di TV One dan dipandu oleh wartawan senior, Karni Ilyas, dalam pandangan Ketua Dewan Pers, bukanlah produk jurnalistik. Sesuai dengan namanya, Talk Show, maka ILC hanyalah sebuah show alias pertunjukan.

Demikian Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo pada workshop dan seminar bertajuk “Bakti Untuk Negeri: Pengembangan Ekosistem Pers Melalui Pembangunan Infrastruktur IT” bekerjasama dengan BP3TI (Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika) di Hotel Nagoya Hill Batam, kemarin.

“Seperti halnya namanya, talk-show, maka ILC itu dalam pandangan kami bukanlah produk jurnalistik, tapi show, pertunjukan. Saya tidak pernah hadir meski beberapa kali diundang,” tegas Stenley, panggilan akrab Ketua Dewan Pers itu menjawab pertanyaan Pemred Warta Kepri, Dedy Suwadha.

Meskipun ILC selalu menghadirkan beberapa pihak untuk menjadi nara sumber, lanjut Stenley, Karni Ilyas sebagai anchor tidak melakukan kontrol yang ketat terhadap mereka yang berdebat.

Seharusnya, sebagai moderator, Karni Ilyas terhubung dengan producer dan wartawan senior yang memberi instruksi, kapan harus distop atau mike dimatikan.

“Ini kan tidak ada yang berani menegur Karni Ilyas, karena beliau sudah terlalu senior,” tegasnya.

Dilanjutkan Stenley, pihaknya banyak mendapat pertanyaan dan keluhan mengenai dampak program ILC. Dari berbagai pihak, baik itu pemerintah maupun swasta. Poinnya adalah, sebagai acara talk show yang ratingnya paling tingg di Indonesia saat ini, dampak dari perdebatan hangat para undangan, selalu menjadi viral.

Apalagi, belum sampai hitungan jam, beberapa potongan rekaman ILC itu sudah dishare ke mana-mana dan menjadi viral. Yang terbaru itu soal testimoni Mahfud MD,” lanjutnya.

Maka, menghadapi keluhan berbagai pihak itu, Dewan Pers tegas menyatakan, bahwa ILC itu bukanlah ranah Dewan Pers. “Karena bukan produk jurnalistik, jadi ILC itu bukanlah ‘pasien’ Dewan Pers,” tegas Stenley. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar