Ruhut Ingatkan Capres 02 Hentikan Ngomporin Pendukung, Kalau Tidak, Prabowo akan Jadi Tersangka

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Anggota Bidang Hukum Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – Maruf Amin, Ruhut Sitompul merespons adanya seorang pria yang berteriak ‘penggal kepala Jokowi’ dalam aksi sejumlah ormas berdemo di depan kantor Bawaslu RI pada Jumat (10/5/2019).

Ruhut mengingatkan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk berhenti mengompori pendukungnya sampai bertindak liar.

Pria tersebut mendadak viral dibicarakan di media sosial lantaran ucapannya yang menyebut kalau dirinya siap memenggal kepala Jokowi. Melihat video tersebut, Ruhut justru meminta Prabowo untuk mengakhiri “drama” tidak siap kalah dalam Pilpres 2019.

“Pak Prabowo akhirilah tidak siap kalah jangan terus mengompor-ngompori rakyat Indonesia,” kata Ruhut melalui akun Twitternya @ruhutsitompul pada Sabtu (11/5/2019).

“Lihat pendukungmu. Sudah liar ada yang demo ke Bawaslu pusat mau memenggal leher Pak Jokowi Presiden RI ke 7,” sambungnya.

Ruhut pun mengingatkan jika kondisi seperti ini terus terjadi, maka ada pihak yang bisa menjadi tersangka. Meskipun begitu Ruhut tidak menjelaskan secara rinci maksud dari siapa yang bisa dijadikan tersangka.

“Aku ingatkan kalau begini terus kemungkinan anda bisa menjadi tersangka,” tandasnya.

Sebelumnya, jagat media sosial Twitter digegerkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan para pendemo berteriak ‘penggal kepala Jokowi’ saat menggelar aksi di kantor Bawaslu.

Video tersebut diunggah Permadi Arya alias Abu Janda di akun Twitternya, @permadiaktivis. Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, terlihat lelaki berjaket cokelat tersebut menyerukan akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

“Siap penggal kepala Jokowi. Inshaallah inshaallah penggal kepala Jokowi. Jokowi siap kepalanya kita penggal,” ucap lelaki tersebut di video itu.

Abu Janda pun angkat bicara terkait video tersebut. Ia menyebut aksi tersebut serupa dengan aksi yang digelar saat kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberapa tahun lalu. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar