Rupiah Terimbas Sentimen The Fed

angga-3

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, tidak jauh beda dengan IHSG dimana harapan akan penguatan Rupiah juga gagal tercapai di awal pekan kemarin setelah dirilis angka neraca perdagangan. Sekalipun tercatat surplus namun, kurang bahkan tidak mendapat respon positif karena diiringi dengan lebih rendahnya pertumbuhan ekspor dan impornya.

Angka ekspor secara YoY tercatat turun 15,24% dan impor YoY turun 21,40% dimana kedua angka tersebut jauh lebih rendah dari rilis sebelumnya. Di sisi lain, maraknya berita negatif pada Yunani membuat laju Euro melemah dan berimbas pada penguatan laju US$. Laju Rupiah pun kembali berbalik melemah.

“Turunnya industrial production dan manufacturing production AS juga tidak banyak memberikan imbas positif pada US$ sehingga lajunya pun cenderung bergerak sideways,” jelas Reza, Senin (22/6/15).

Dengan berkurangnya tingkat volatilitas laju US$ tersebut tidak terlalu memberikan imbas negatif pada Rupiah. Setidaknya kekhawatiran sebelumnya terhadap Rupiah tidak terjadi. Seperti biasa, jelang rapat The Fed laju Rupiah selalu mengalami pelemahan. Padahal sentimen yang terjadi kurang lebih sama seperti di bulan-bulan sebelumnya dimana The Fed belum tentu akan menaikkan Fed rate secara tiba-tiba.

“Akan tetapi, karena belum ada kepastian maka pelaku pasar cenderung untuk stay away dari pasar sambil mencermati hasil sidang The Fed,” ungkap Reza.

Apalagi data-data building permits menunjukkan perbaikan sehingga memberikan sentimen positif pada laju US$ dan tampaknya harapan kami pun tidak terjadi dengan pelemahan Rupiah tersebut. Laju Rupiah mampu berbalik positif.

Seperti biasa pula, setelah berakhir rapat The Fed dimana hasilnya kurang lebih sama seperti bulan-bulan sebelumnya bahwa The Fed masih akan melihat situasi dan kondisi ekonomi AS sebelum memutuskan waktu untuk menaikan Fed rate, memberikan sentimen negaif pada laju US$.

Di sisi lain, Rupiah pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk bergerak menguat. Laju Rupiah selama sepekan sempat di bawah target support Rp. 13.425. Rp 13.435-13.370 (kurs tengah BI). (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar