Sadis…Ratna Sarumpaet Ingin Mempolitisasi Mayat Korban KM Sinar Bangun

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Bupati Samosir, Rapidin Simbolon menyebut aktivis Ratna Sarumpaet berada di posko korban tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun tidak diminta datang oleh pihak manapun.

“Dia tidak diundang,” kata Rapidin di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/7).

Rapidin juga menyebut, sikap Ratna di posko itu dinilai tidak etis. Ratna kata dia tak mengerti apapun terkait insiden tenggelamnya kapal yang merenggut banyak korban itu.

“Si Ratna kan baru kemarin datang, ini persoalan sudah dua mingguan, etis gak? Dia tiba-tiba datang mau campuri urusan itu,” kata Rapidin.

Ratna Sarumpaet memang diketahui datang ke posko keluarga korban tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun. Ratna bahkan diketahui sempat adu argumen dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandajaitan yang sedang berkunjung ke posko itu untuk menemui keluarga korban.

Ratna menuding Luhut selaku pemerintah tak bertanggung jawab karena akan menghentikan pencarian korban tenggelam kapal di perairan Danau Toba. Dalam cekcok tersebut Ratna menyebut dirinya mewakili keluarga korban yang tidak setuju dihentikannya pencarian korban tenggelamnya kapal itu.

Tak hanya cekcok dengan Luhut, Ratna juga sempat bersitegang dengan beberapa keluarga korban di posko tersebut.

Rapidin pun mengaku sangat menyayangkan sikap Ratna yang marah-marah di posko itu dan menuding pemerintah tak bertanggung jawab, bahkan kata Rapidin Ratna juga sempat menyebut keluarga korban yang membela pemerintah telah dibayar.

“Ratna saja yang tidak mengerti. Dia tiba-tiba datang dan begitu (marah-marah),” katanya.

Atas sikap Ratna itu, Rapidin pun menuding Ratna menggunakan kejadian tenggelamnya kapal itu untuk manuver politik. Sikap Ratna kata dia, sudah seperti bermuatan politik.

“Itu kan udah ada muatan politik. Ratna mau melakukan manufer politik di atas penderitaan banyak orang,” kata dia. (red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar