Samad Tak Jadi Ditahan, IPW: Polri Ragu-ragu

Abraham-samad

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Indonesia Police Watch (IPW) menyesalkan mengapa Polri, khususnya Polda Sulsel ragu-ragu untuk menahan Ketua KPK non aktif Abraham Samad, padahal sebelumnya Polda sudah menyatakan akan menahan. Bahkan, Samad sudah menandatangani surat penahanan, tapi akhirnya dia diperbolehkan pulang.

“IPW menilai, sikap ragu-ragu polri ini semakin menunjukkan bahwa kepastian hukum di negeri ini merupakan wilayah abu-abu dan terlalu gampang diintervensi oleh elit-elit tertentu. Batalnya Samad ditahan Polri tak terlepas dari kuatnya intervensi elit tertentu,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane di Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Elit-elit KPK dinilai “pasang badan” agar Samad tidak ditahan Polri, dengan mengatakan memberi jaminan agar Polri tidak menahan Samad. Sikap para elit KPK ini menurutnya sangat disayangkan. Sebab manuver mereka akan menjadi preseden hukum dan bagian dari intervensi hukum, sehingga jika suatu saat KPK hendak menahan tersangka korupsi dan ada pihak-pihak tertentu yang memberi jaminan, KPK harus membatalkan penahannya.

“Jika KPK tetap menahannya berarti elit KPK hanya mau menang sendiri, arogan, egois, dan melihat penegakan hukum hanya berdasarkan kepentingan diri dan kelompoknya saja,” jelasnya.

IPW lanjut dia, sangat menyayangkan kenapa Polri mengakomodir tuntutan elit KPK, seharusnya Polri konsisten menahan Samad dan tidak mempermainkan kepastian hukum.

“Apakah jika ada masyarakat biasa yang melakukan tindak pidana, kemudian keluarganya memberi jaminan, Polri tidak akan menahannya?,” pungkasnya. (nisa)

Berita Terkait

Komentar

Komentar