Sampah Plastik Diangkat dari Dasar Laut

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sebanyak 69 persen dari 142,2 kg sampah yang diangkat dari dasar laut Kepulauan Seribu merupakan sampah plastik. Selebihnya merupakan botol minuman, sepatu, kasur, bungkus makanan serta bahan-bahan material tekstil lainnya.

“Saya kira ini akan menjadi pelajaran bahwa apa yang warga buang langsung di sungai dan laut, ujungnya akan menjadi sampah seperti ini,” kata Sekretaris Deputi Bidang Sumberdaya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Tito Setiawan, melalui siaran pers, yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Sebanyak 142,2 kg sampah dari dasar laut di tiga pulau di Kepulauan Seribu yakni Pulau Pramuka, Pulau Panggang dan Pulau Karya diangkat oleh sekitar 150 penyelam yang turut berpartisipasi dalam gerakan aksi bersih di Kepulauan itu, Sabtu.

Adapun bersih-bersih ini dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman melalui gerakan aksi bersih serentak yang bertepatan dengan Peringatan Hari Bumi 2017.

Selain dari Kemenko Maritim, aksi ini juga diikuti oleh Masyarakat Selam Indonesia, IPB, Taman Nasional, Dinas Kebersihan DKI dan masyarakat setempat.

Saat mengangkat sampah dari dasar laut, peserta dibekali dengan peralatan selam, trash bag dan jaring sebagai tempat menampung sampah.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Revolusi Mental, telah menunjuk Kemenko Maritim sebagai koordinator pada peringatan Hari Bumi tahun ini.

Dia berharap, melalui kegiatan ini, kesadaran warga terhadap kebersihan pantai semakin meningkat. Banyaknya sampah yang ada di dasar laut berpengaruh terhadap keberlangsungan ikan-ikan di sana.

Nantinya, kondisi perut ikan yang sudah tercemar sampah dapat berdampak pada kesehatan masyarakat itu sendiri.

Adapun Kepulauan Seribu sudah ditetapkan menjadi Taman Nasional Laut dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 162/Kpts-II/1995 dan No. 6310/Kpts-II/2002 yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Departemen Kehutanan.

Dengan demikian, Wakil Bupati Kepulauan Seribu Ismer Harahap berharap warga dapat lebih menjaga kebersihan, untuk dapat menarik wisatawan mengunjungi kabupaten tersebut.

Hari ini, aksi serupa juga dilakukan di tempat lainnya. Seperti di Kanal Banjir Timur, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, Kali Bang Leo, Kali Lagoa, Kali Sentiong, Sunter Agung, Kali Ciliwung, Kali Gendong/ Waduk Pluit, Penjaringan, Mangrove Muara Angke/Kanal Banjir Barat.

Rencananya, Kemenko Maritim, Luhut Panjaitan akan mengadakan aksi bersih serentak pada Hari Bumi tahun depan. (ril/sabar).

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar