Setelah Debat, Jokowi Dapat Angka 8, Prabowo di Bawah 5

PANGKALPINANG, (tubasmedia.com) – Ketua Umum Garda Jokowi, Antasari Azhar memberi nilai di bawah lima kepada Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dalam penampilan debat capres, Minggu, 17/02.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu saat menggelar nonton bareng debat capres di Latrasse Resto, Kota Pangkalpinang, Minggu malam, 17 Februari 2019.

“Sebetulnya dua-duanya baik karena saling menyampaikan jawaban. Hanya saja Pak Jokowi lebih baik dan transparan. Sedangkan Prabowo ada yang tidak pas karena ada jawaban yang tidak sesuai,” kata Antasari Azhar.

“Kalau dinilai, Jokowi 8 sedangkan Prabowo dibawah 5,” ujar Antasari kepada wartawan usai nobar debat capres.

Menurut Antasari, Prabowo tidak fokus dalam merespon pertanyaan secara benar. Salah satunya, pertanyaan infrastruktur. “Yang dimaksudkan bukan infrastruktur jalan tol. Tapi soal infrastruktur lain.”

Soal kritik Prabowo bahwa pemerintah masih impor beras meski produksi sudah surplus, menurut dia jawaban Jokowi cerdas. Dalam debat tersebut Jokowi mengatakan impor masih dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan harga.

Antasari melakukan kunjungan politik ke Bangka Belitung untuk mengajak masyarakat memenangkan Jokowi karena. Bangka Belitung adalah tanah kelahiran Antasari.

Sementara itu, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Dr Ahmad Atang, MSi. dia menilai Prabowo memiliki sisi lemah karena tidak menampilkan isu-isu baru. Misalnya, dia memainkan isu lama seperti mengapa pemerintah masih melakukan ekspor beras.

Isu ini dengan mudah dipatahkan oleh Joko Widodo, dengan data yang akurat dan argumen yang realistis.

Ahmad menyimpulkan, pada debat capres itu Jokowi unggul dari segi data, dan Prabowo unggul pada sikap yang tidak memandang Jokowi sebagai lawan debat tapi lawan dialog.(red)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar