Setya Novanto Terseret Kasus e-KTP, Golkar Goyang

JAKARTA, (tubasmedia.com)Partai Golkar tengah mempersiapkan berbagai langkah strategis guna mendongkrak elektabilitas.

Efek Setya Novanto disebut-sebut terjerat kasus e-KTP dianggap mempengaruhi dalam Pemilu 2019 nanti. Apalagi posisinya sebagai ketua umum partai.

Ketua Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai mengatakan, elektabilitas partainya awalnya stabil pada posisi 9 persen usai Pilpres 2014 silam. Kemudian baru mengalami peningkatan mencapai 15 persen usai beralih mendukung Presiden Joko Widodo.

“Paska Munaslub 14 Mei sampai 16 Mei 2016 dengan memberikan dukungan kepada Jokowi untuk 2019 maka elektabilitas Golkar dalam waktu ke waktu naik cukup signifikan,” kata Yorrys dalam diskusi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Yorrys tidak memungkiri ada beberapa hal akhirnya menyebabkan elektabilitas 15 persen kini semakin menurun. Salah satunya kasus E-KTP menyeret nama Setya, merugikan negara mencapai Rp 2,3 triliun.

“Tetapi dengan berbagai macam kejadian akhir-akhir ini seperti kasus e-KTP. Elektabilitas relatif stagnan dan menurun,” jelasnya.

Yorrys mengungkapkan, harus ada langkah-langkah strategis yang dilakukan agar mengembalikan elektabilitas partai jelang Pilkada 2018, Pilpres dan Pileg 2019 mendatang. Sebab posisi ketua umum nantinya akan sangat terasa saat verifikasi faktual partai pada Agustus 2017 mendatang.

“Kalau memang ada gerakan di situ tidak bisa melakukan faktual kita akan di diskualifikasi, ini menjadi masalah tersendiri,” terangnya. (red)

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar