Sharing For Life

Oleh: Fauzi Azis

Fauzi Azis

Fauzi Azis

HARI ini kita diingatkan lagi tentang pentingnya KTT bumi dan yang kesekian kali akan diselenggarakan di Brazil. Dari sisi kemanusiaan dan lingkungan harusnya semua mahluk hidup yang bernama manusia yang hidup dan berkembang biak dimanapun secara alamiah sangat memahaminya tanpa harus sibuk-sibuk menyelanggarakan pertemuan dunia.

Substansi yang dibahas juga sudah bisa ditebak, tidak jauh dari soal isu pembangunan berkelanjutan. Sudah pasti akan terjadi perlombaan pidato, dimana para oratornya akan menunjukkan berbagai fakta kehidupan manusia dan lingkungan dengan caranya masing-masing yang akan berujung pada satu kesimpulan bahwa dunia secara bersama sama harus bisa mengatasi secara masif soal isu lingkungan dan perubahan iklim.

Pasti akan lahir tentang policy issue yang harus dibangun oleh masing-masing negara, dana yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, bentuk-bentuk kerjasama antar negara yang dapat dilakukan, sampai tidak tertutup kemungkinan terjadinya deal-deal politik yang akan bermuara pada soal interest politik global.

Manusia memang banyak akal, suka nggak mau nurut kalau diomongin tentang hal hal yang baik dan hal-hal yang tidak patut. Dia lupa diangkat Tuhan menjadi wakilnya di bumi untuk memakmurkan bumi dan seisinya untuk kepentingan kemanusiaan dan kehidupan bagi manusia itu sendiri, juga bagi kehidupan alam tumbuhan dan binatang.

Manusia dititipi akal oleh Tuhan untuk saling memuliakan sesama manusia dan juga melestarikan kehidupan alam, binatang dan tumbuhan. Share of life, bukan menindas dan mengeksploitasi alam dan seisinya. Yang terjadi hari ini sebenarnya hanya peristiwa kemanusiaan biasa, bukan sesuatu yang luar biasa.

Mengapa disebut peristiwa kemanusiaan yang biasa saja? Karena manusia telah melanggar amanat Tuhan yang menjadikanya sebagai wali Tuhan di bumi. Mabok, lupa diri semuanya dibabat habis apa yang ada di bumi, seperti takut tidak kebagian. Ilmu pengetahuan dan teknologi serta uang digunakan dengan cara yang salah.

Tidak dipergunakan untuk sebesar besarnya kemakmuran bersama. Kemakmuran manusia, binatang dan tumbuhan, alam semesta dan seisinya. Ilmu pengetahuan dan teknologi di implementasikan dengan mengabaikan nilai-nilai agama dan jauh dari untuk kemajuan peradaban serta kesjahteraan umat manusia.

Kemurkaan yang terjadi akibat egonya yang mengeras dan mengkristal dalam alam sadarnya. Kapitalisme yang menyebabkan manusia menjadi sangat individulis dan egois. Semua mau diambil dan dimanfaatkan untuk kepentingannya sendiri. Sharing for life, bukan urusan saya, tapi urusan negara. Urusannya para komunitas felantropis dan lain-lain.

Share of life adalah sebuah hakekat kemanusiaan. Share of life akan bisa membawa manusia terbebas dari pelanggaran hak azasi manusia. Share of life akan membawa manusia terbebas dari perang dan konflik antar sesama. Share of life akan membuat hewan akan tetap bisa hidup dihabitatnya, tidak masuk ke kawasan pemukiman yang bisa menggaunggu ketentraman.

Setiap manusia berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Setiap orang berhak untuk memperoleh kesempatan dan manfaat secara sosial dan ekonomi yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat.

Inilah sebagian dari soal penting share of life. Fenomena alam, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim kalau kita jujur semuanya adalah akibat. Penyebabnya adalah manusia tidak mau melakukan sharing dan mau berbagi kesesama. Yang paling fatal adalah inkar janji terhdap perintah Tuhan, yaitu tidak amanah ketika mendapat sebagai wakil Tuhan di bumi.

Yang dikerjakannya bukan memakmuran bumi, tapi malah membumihanguskan bumi dan seisinya. Solusinya bukan dengan cara berseminar, kongres internasional dimana-mana di dunia.

Solusinya adalah kembali ke fitroh, yaitu menjadi manusia-manusia yang bertanggung jawab ketika diangkat menjadi wakil Tuhan di bumi. Tidak rakus, tamak, egois dan mau menangnya sendiri, tapi harus mau berbagi cinta kasih kepada sesama dalam keadaan suka dan duka. Berlaku adil dan beradab. Sharing of life.

Berita Terkait

Komentar

Komentar