Sharp Indonesia Serap 40 Persen Kandungan Lokal

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

MENGAMATI MAKET – Presdir PT Sharp Electronics Indonesia, Fumihiro Irie (kiri) bersama Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Budi Darmadi (dua kiri), Vice President Sharp Coorporation, Toshio Adachi (dua kanan) dan Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat (paling kanan) mengamati maket pembangunan pabrik lemari es di Karawang Jawa Barat, Kamis lalu –tubasmedia.com/sabar hutasoit

KARAWANG, (TubasMedia.Com) – Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, meresmikan pembangunan pabrik lemari es dan mesin cuci PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) di Karawang International Industrial City (KIIC), Karawang, Jawa Barat. Menperin berharap, Sharp terus meningkatkan kandungan komponen lokal, agar dapat mendorong perkembangan industri komponen dalam negeri.

“Kandungan lokal produk yang dihasilkan perusahaan ini telah mencapai 40%. Dengan demikian, memberikan ruang bagi tumbuhnya industri penunjang di mana saat ini telah melibatkan sekitar 15 perusahaan,” kata Menperin didampingi Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT), Budi Darmadi di Karawang, Kamis (7/6).

Pabrik dibangun di atas tanah seluas 31 hektar. Direncanakan pabrik ini mulai beroperasi pada tahun 2013 dengan meningkatkan kapasitas produksi lemari es sebanyak 2,6 juta per tahun atau 2 kali kapasitas dari produksi saat ini di pabrik Pulogadung. Demikian halnya kapasitas produksi mesin cuci juga dapat meningkat mencapai 1,6 juta per tahun atau 2,5 kali dari produksi saat ini.

Pabrik baru ini nantinya akan memenuhi 80% pasar Indonesia dan 20% kebutuhan pasar ekspor. Bahkan, target market share untuk produk lemari es sebesar 36% dan produk mesin cuci sebesar 32%.

Hingga saat ini, investasi yang telah ditanamkan SEID mencapai Rp 1,1 triliun dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.773 orang. Sementara pabrik kedua dengan investasi Rp 1,2 triliun ini diperkirakan akan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 1.500 orang hingga tahun 2015.

Menperin berharap SEID juga dapat mengembangkan pusat research and development (R&D) di Indonesia serta terus memberikan pelatihan-pelatihan kepada tenaga kerjanya agar semakin terampil dan meningkatkan kemampuannya.

“Dengan keberhasilan PT SEID mengembangkan industri dan terus menambah investasinya di Indonesia, menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pilihan tepat untuk berinvestasi,” katanya.

Sementara Vice President Sharp Corporation, Toshio Adachi mengatakan, kawasan ASEAN menjadi fokus utama Sharp dalam mengembangkan bisnisnya. Ini dikarenakan kawasan tersebut memiliki populasi generasi muda yang cukup besar dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat.

“Bisnis Sharp di Indonesia khususnya telah mendominasi hampir 40% pasar ASEAN. Pembangunan pabrik baru ini merupakan perhatian utama bagi Sharp group diseluruh dunia sekaligus hal yang sangat penting bagi kami untuk memperbesar kapasitas produksi dan meningkatkan bisnis Sharp di pasar Indonesia,” jelasnya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar