Siap, Melayani Mudik Lebaran secara Aman dan Nyaman

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

JAKARTA, (TubasMedia.Com) – Secara umum semua daerah di wilayah Indonesia telah mempersiapkan wilayahnya dengan membenahi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur jalan keamanan dan kenyamanan warga masyarakat yang akan merayakan hari raya Idul Fitri. Kesiapan itu selain dengan memperbaiki infrastruktur jalan dan memperketat sarana angkutan umum juga menambah petugas keamanan dan kesehatan yang disebar di sepanjang jalur mudik Lebaran 2012.

Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten berusaha keras memperbaiki infrastruktur jalan raya sudah selesai maksimal H-5 Lebaran. Upaya yang dilakukan untuk kelancaran lalu lintas pada puncak arus mudik dengan memprioritaskan perbaikan jalur mudik yang rawan kemacetan seperti jalan Pandeglang-Labuan dan Cilegon-Anyer.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjelaskan berdasarkan data yang diperoleh dari rencana operasi angkutan Lebaran, kondisi Jalan Pakupatan-Palima yang dalam kondisi baik 44,57 persen. Simpang Taktakan-Gunung Sari yang kondisinya baik mencapai 21,47 persen. Gunung Sari-Mancak-Anyer yang kondisi baik 30,77 persen, dan Palima-Persimpangan Teneng yang kondisi baik 28,73 persen.

Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten juga menyiapkan 10 jalur alternatif untuk mengatasi kemacetan di ruas jalan nasional Cilegon-Merak saat arus mudik Lebaran, termasuk jalan Palima-Ciomas-Padarincang-Cinangka/Anyer, jalan Taktakan-Gunung Sari-Mancak-Anyer, Serang-Pandeglang-Labuan-Pasauran-Anyer, Cilegon-Anyer. Jalur tersebut merupakan jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan pada ruas Cilegon-Anyer pada H+1 dan H+2 Lebaran. “Jalur utama mudik di wilayah Banten, ada dua yakni Jalan Tol Jakarta-Merak dan jalan nasional Jakarta-Merak,” jelas Ratu Atut.

Sedangkan di Sumatera Utara (Sumut), seluruh pembangunan dan perbaikan jalan untuk memperlancar arus transportasi pada Lebaran akan dihentikan pada H-5. Menurut Kepala Dinas Binamarga Sumut, Effendi Pohan, pihaknya sedang memobilisasi seluruh pembangunan dan perbaikan jalan sehubungan dengan kebutuhan masyarakat terhadap kondisi jalan yang baik untuk memperlancar arus mudik.

Menurut Kepolisian Daerah (Polda) Lampung terdapat 32 titik rawan kriminalitas yang akan dilalui arus mudik Lebaran. Hampir di semua kabupaten dan kota di Lampung masuk dalam identifikasi titik rawan kriminalitas. “Adapun titik-titik yang dikategorikan rawan kriminalitas itu di antaranya Waykanan pada kilometer (Km) 169-170 Banjarmasin, Lampung Barat Desa Sumberjaya perbatasan dengan Lampung Utara dengan Desa Bengkunat Blimbing TNBBS,” kata Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.

Titik rawan di Lampung Selatan Radin Intan, Pasar Tumpah Natar Desa Tataan, wisata Kalianda Resort, Tabek Indah, Pantai Mutun, Pulau Pasir Pelabuhan, dan terminal bus Bakauheni. Kabupaten Tulangbawang atau Jalan lintas timur Km 113-119 Kampung Tua Bujung Tenun, jalan lintas Km 282-286 Bawang Latak dan Km 108–109.

Menurut data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di jalur lebaran Sumatera terdapat sejumlah lokasi kemacetan akibat rawan longsor/banjir, pasar tumpah, dan perbaikan jembatan/jalan. Setidaknya enam pasar akan membuat kemacetan di jalur Lebaran Sumatera Utara, Pasar Bengkel, Pasar Kampung Pon, Pasar Indrapura, Pasar Datuk Bandar, Pasar Aek Kanopan, dan Pasar Kota Pinang. Titik kemacetan juga kemungkinan terjadi di Penyabungan, di mana Jembatan Aek Rantopuran sedang diperbaiki.

Sedangkan di Jambi, lokasi rawan longsor yang perlu diwaspadai adalah lintas Riau-Merlung. Bengkulu, titik rawan longsor ada di Ipuh-Seblat Km130 dan Ps. Pedati-Kerkap. Di Sumatera Selatan, para pemudik disarankan untuk mengantisipasi kemacetan akibat pasar tumpah di Sungai Lilin, Sp. Indralaya, dan Tugu Mulyo. Lokasi yang rawan longsor Lahat-Tebing Tinggi, Muara Enim-Sp. Sugihwaras, Baturaja-Sugiwaras, Sp. Air Dingin-Pagar Alam. Pemudik juga mewaspadai Betung-Sekayu karena di sini titik rawan banjir.

Sementara itu Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, pihaknya segera memberlakukan pembagian jalur mudik dan niaga di wilayah setempat menjelang hari Lebaran. Pembagian jalur ini guna mengantisipasi persinggungan jalur yang bisa membuat macet lalu lintas dan menghambat laju perekonomian daerah.

Plh Kabid Operasional Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Umar Setiono menambahkan Dishub telah menyediakan 42 unit rambu portabel yang akan disebar di sejumlah ruas jalan utama setempat guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama musim mudik.

Guna mengantisipasi persinggungan, jalur mudik ditetapkan akan melalui dua koridor jalan utama yaitu Sultan Agung-Sudirman-Ir H Juanda, dan KH H Noer Alie-Hasibuan-Chairil Anwar-Kalimalang. Sedangkan jalur transportasi niaga akan melalui koridor Tol Barat-Ahmad Yani-Cut Meutia, dan Tol Timur-Joyomartono-Cut Meutia.

Posko Kesehatan

Terminal bus Kalideres, Jakarta Barat, telah mempersiapkan diri dengan baik untuk hal-hal yang tidak diinginkan bagi masyarakat pengguna terminal. Persiapan itu dilakukan dengan menambah personil keamanan dan kendaraan angkutan umu, kata Kepala Terminal Kalideres Hengky Sitorus.

Setiap angkutan Lebaran betul-betul diperiksa kelayakannya termasuk kesehatan awak bus. “Awak bus angkutan mudik Lebaran akan dites kesehatannya sebelum berangkat” tambahnya kepada tubasmedia.com, pekan lalu.

Menurut Hengky di terminal Kalideres ada lima posko keamanan termasuk posko kesehatan yang akan berfungsi mulai H- 7 Lebaran. Dokter yang berjaga setiap hari minimal lima orang dan keamanan berasal dari berbagi unsur seperti polisi, TNI dan Pemda.

Diprediksi tahun ini jumlah pemudik yang menggunakan angkutan bus akan naik lima persen. Masalah kesehatan ini memang termasuk salah satu perhatian dari berbagai pihak terutama Pemda,seperti di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, akan dibangun posko terpadu angkutan Lebaran 2012 yang akan dioperasikan pada H-10 Lebaran.

Menurut Kepala Terminal Pulogadung Muhamad Nurposko itu akan menjadi tempat pelayanan kepada pemudik dan petugas keamanan yang berjaga dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, Jasa Marga, Jasa Raharja, dan swasta. Diprediksi pemudik akan bertambah, meskipun tidak ada jaminan armada bus yang diberangkatkan dari Pulogadung akan bertambah. (aru)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar