Silaturahmi Khilafah Batal, Peserta Luntang-lantung tidak Ada Penginapan, Pengelola Mesjid-pun Menolak Mereka

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Para peserta acara bertajuk Syiar dan Silaturahim Kekhilafahan Islam Sedunia, kini luntang-lantung setelah acara dibatalkan di beberapa tempat.

Koordinator Bidang Publikasi Wuri Handoyo mengatakan peserta yang jumlahnya sekitar 600 orang itu belum mendapatkan tempat menginap.

“Iya, kami belum dapat tempat menginap,” ujarnya kepada di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (16/11).

Para peserta terlanjur datang ke Jakarta karena telah mempersiapkan diri untuk menghadiri acara tersebut sejak jauh-jauh hari.

Sampai saat ini para peserta masih singgah di Masjid At Taqwa kawasan Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Namun, pihak manajemen tidak memperkenankan mereka untuk menginap di sana.

Pihak manajemen pun melaporkan keberadaan para peserta itu ke aparat kepolisian. Pihak Polsek Kemayoran kemudian datang untuk ikut menjaga keamanan.

Sempat terjadi perdebatan alot antara peserta, panitia acara, aparat kepolisian dan pihak manajemen. Pantauan wartawan, mereka berdebat soal izin menginap di Masjid At Taqwa lantaran tidak mempunyai tempat tinggal.

Aparat kepolisian dan pihak manajemen dalam hal ini sekuriti PRJ meminta para peserta masuk ke bus sembari menunggu kejelasan tempat menginap.

Namun para peserta meminta agar diperkenankan untuk menunggu kepastian di masjid. Akhirnya pihak manajemen memperbolehkan peserta untuk tinggal sementara di lokasi sembari menunggu kepastian dari ketua panita acara.

Peserta kegiatan bertajuk Syiar dan Silaturahim Kekhilafahan Islam Sedunia sebelumnya sempat mendatangi Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta, pada Jumat pagi. Namun acara di tempat itu tak mendapat izin.

Awalnya acara itu akan digelar di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta. Pihak panitia mengajukan izin kepada Dewan Pengurus Masjid pada 11 Agustus lalu. Namun pihak Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) tidak memberikan izin.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar