Sungai Sigeaon, Tarutung, Nasibmu Kini…..

TARUTUNG, (tubasmedia.com) – Sungai Sigeaon yang persis berada di jantung ibukota Kabupaten Tapanuli Utara, Kecamatan Tarutung perlu ditata agar tetap terlihat bersih. Pasalnya, saat musim kemarau, keberadaan sungai yang membedah kota Tarutung itu tidak sedap dipandang mata.

Sebagai wajah kota Tarutung yang melewati dua jembatan besar itu terlihat tumpukan sampah dan bau menyengat karena debit air berkurang. Sepanjang sungai itu juga terlihat ‘’pulau-pulau’’ kecil yang kotor sebagai tempat persinggahan sampah masyarakat.

“Di saat seperti inilah sungai ini bisa dibersihkan. Dinormalisasi agar air sungai bisa mengalir walau debitnya berkurang. Kalau sudah musim penghujan, jelas nggak bisa dikorek,” ujar pemerhati lingkungan, Tony Situmeang kepada wartawan, Jumat (5/7) di Tarutung.

Di sepanjang bantaran Sungai Sigeaon juga perlu pemangkasan rumput dan menanam pohon agar terlihat indah dan asri.

“Sungai Sigeaon merupakan wajah Ibukota Tarutung, perlu dijaga dan ditata lebih indah,” tegasnya.

Pantauan wartawan, kotornya sungai akibat masyarakat membuang sampah sembarangan. Pemkab Taput melalui instansi terkait harus membuat peraturan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu Pemkab Taput terkesan membiarkan kondisi sungai Sigaeon yang sangat memprihatinkan itu. Hampir tidak pernah pemkab setempat memberi perhatian terhadap sungai yang penah menjadi kebanggaan warga Tarutung itu.

Di zaman Orde Baru, Sungai Sigeaon masih mengalirkan air deras dan menjadi paru-paru kota. Tapi kini, Sungai Sigeaon, tampaknya tidak pantas lagi disebut sungai, karena selain airnya semakin mengecil, lebar sungainya juga semakin menyempit sehingga lebih tepat disebut, selokan.(tony)

Berita Terkait

Komentar

Komentar