Tidak Menjalankan Program LCGC Industri Otomotif Nasional Bisa Tertekan

lcgc

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) melanjutkan program mobil murah ramah lingkungan (LCGC) berdampak pada penjualan mobil di tanah air. Buktinya, penjualan mobil selama 2014 tetap terkontrol sekaligus bukan mimpi buruk bagi sejarah otomotif nasional.

Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Suparno Djasmin mengungkapkan, industri otomotif nasional pada tahun lalu bisa tertekan bila tidak menjalankan program LCGC. ’’Pasar otomotif nasional pada 2014 turun 2 persen kalau dibandingkan dengan 2013. Tapi, kami masih untung karena ada LCGC. Kalau tanpa LCGC, menurut hitungan kami, turunnya bisa 15 persen,’’ ujarnya, Rabu (21/1).

Ada beberapa alasan yang membuat pasar otomotif nasional tidak bergairah selama 2014. Di antaranya, adanya faktor suku bunga bank tinggi, inflasi tinggi, nilai tukar rupiah anjlok, hingga suhu politik yang memanas. ’’Terus melanjutkan program LCGC adalah pilihan yang tepat karena pasarnya makin naik. Tahun lalu terjual 150 ribu unit,’’ ungkap Suparno.

Dilihat dari volume penjualannya, segmen LCGC tercatat melonjak hingga 336 persen jika dibandingkan dengan 2013. Performa penjualan pada 2013 tidak terlalu banyak. Sebab, baru beberapa LCGC yang lahir. Demikian pula tempo penjualan hanya sekitar empat bulan.
Sementara itu, tahun lalu ada enam model ’’mobil murah’’ yang langsung melakukan penetrasi pasar. ’’Penjualan Toyota Agya paling tinggi,’’ tegasnya.

Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan roda empat di Indonesia pada 2014 hanya mencapai 1.208.019 unit atau turun tipis bila dibandingkan dengan 2013 yang sampai 1.229.902 unit. ’’Semoga tahun ini lebih baik dan LCGC masih bisa berkontribusi besar karena pasarnya mulai settle dan banyak pemain,’’ papar Suparno.

Meski begitu, pria yang akrab dipanggil Abong itu menilai mobil serbaguna berharga rendah (low multi purpose vehicle/LMPV) masih menguasai pasar otomotif nasional. Sepanjang tahun 2014, LMPV terjual 361.261 unit atau mencakup 29,9 persen dari total penjualan mobil di seluruh Indonesia. ’’Toyota Avanza tetap menjadi yang terlaris dengan penjualan 162.070 unit,’’ terangnya.

Dia mengakui, penjualan Avanza pada 2014 ikut terpengaruh oleh kondisi makro ekonomi. Selain itu, persaingan di segmen LMPV makin ketat. Honda Mobilio patut diwaspadai Toyota. Sebab, meski Mobilio baru diluncurkan September 2013, penjualannya tahun lalu menembus 79.288 unit dan tercatat sebagai mobil terlaris kedua. ’’Pasar low MPV makin sesak,’’ ucapnya. (rel/mar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar