Tinggi, Ketergantungan Konsumen RI akan Buah Impor

buah-impor

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto menyayangkan masih tingginya ketergantungan konsumen Indonesia akan buah impor.

Padahal, menurut Komisaris PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) ini, produksi buah nasional lebih beragam dan produksinya terus meningkat. Seharusnya, kebutuhan masyarakat akan buah-buahan bisa dicukupi dari dalam negeri.

“Berawal dari keperihatinan bahwa kita selalu saja impor buah, padahal lahan kita luar biasa luas,” kata Herry di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (09/05/2016)

Selama ini, kata Herry, petani buah Indonesia kurang tepat dalam menggunakan metode tanam. Sehingga, hasilnya tidak selalu produktif.

“Tetapi karena selama ini petani menanam buah secrara tersemat, bibit nya satu, bibitnya engga tahu asal usulnya dari mana, sehingga sudah lama menunggu bertahun tahun produktivitas engga bagus, kualitas juga tidak cukup baik,” kata Herry.

Maka dari itu, lanjut Herry, IPB dan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pariwisata bakal menggelar Festival Buah dan Bunga Nusantar (FBBN) yang merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan IPB dengan tujuan mendorong, memfasilitasi, dan mengkampanyekan pengembangan buah Nusantara.

“Gerakan Revolusi Oranye meliputi revolusi kebijakan, infrastruktur, kepemimpinan dan pembinaan sumber daya manusia, inovasi dan teknologi, serta sistem pengusahaan dan penetrasi pasar buah Nusantara,” ujarnya.

Menurut Herry, seluruh jenis buah yang dapat tumbuh dan berproduksi optimal pada semua wilayah Indonesia baik yang berasal asli dari Indonesia maupun negara lain. Bahkan Beberapa buah-buah produksi Indonesia memiliki potensi ekspor yang besar.

Herry bercerita, untuk buah jenis durian saja, panennya bergiliran dari Provinsi Aceh hingga Indonesia bagian timur. Selain itu, buah Pepaya yang bernama Kalina, tapi dijuluki masyarakat dengan nama Pepaya California. “Belum tentu di California ada buah Pepaya,” tandas Herry.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar