Tingginya Harga Energi, Tekan Daya Saing Produk Tekstil

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Tingginya harga energi khususnya gas. masih dikeluhakn kalangan pengusaha tekstil di Indonesia. Masalah ini pun membuat industri tekstil lokal kesulitan mengerek daya saing yang saat ini masih tertinggal dari negara Asia Tenggara lainnya.

Hal itu diungkapkan Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ernovian G Ismy di Jakarta kemarin. ‘’Harus ada kebi¬jakan yang tepat dari pemerintah sebagai kunci naiknya daya saing industri kita,” ujarnya.

Kebijakan yang diluncurkan pemerintah selama ini belum bisa meningkatkan daya saing industri tekstil. “Insentif me¬mang ada. Tapi cek sekarang harga listrik, gas masih mahal tidak. Kalau masih mahal jangan harap daya saing kita maju,” tambahnya.

Menurutnya, industri tekstil lokal kesulitan meningaktakan daya saing karena kebutuhan energi memangkas biaya produksi cu¬kup besar. “Cost produksi kita bisa habis untuk beli energi saja. Jadi kalau mau memberikan insentif di energi lebih tepat,” katanya.

Ia menjelaskan, energi seperti listrik dan gas digunakan oleh industri tekstil untuk pemanas. Selama ini untuk pemenuhan kebutuhan gas, industri membeli langsung ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau ke peda¬gang perantara.

Ia mengatakan, untuk mem¬buat produk tekstil Indonesia bersaing, harga energi minimal sama den¬gan negara kawasan. “Kalau kebijakan premium bisa maka seharusnya gas sebagai energi yang digunakan oleh beragam industri juga bisa,” katanya.

Ernovian menambahkan, harga gas sudah menjadi per¬soalan menahun. Pemerintah juga dianggap telah memetakan masalah dan solusi. Namun, disayangkan harganya belum bisa turun. (roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar