Tol Laut Mempercepat Pertumbuhan di Kawasan Indonesia Timur

061214-ekbis1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Konsep tol laut yang diusung pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai pelaku industri otomotif akan mempercepat pertumbuhan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Kalangan pebisnis berpendapat, konsep tol laut memiliki visi mengembangkan ekonomi maritim dengan menjadikan laut sebagai basis konektivitas produksi dan pemasaran antarpulau di Tanah Air.

Diharapkan, realisasi tol laut dapat mengefisienkan waktu dan biaya logistiK, sehingga harga produk otomotif antardaerah tetap terjaga.

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dari total penjualan secara wholesales pada 2013, yang mencapai 1.229.904 unit, bagian Indonesia Timur hanya mencicipi sekitar 0,8%. Gaikindo menyebut penjualan di Provinsi Papua hanya 4.638 unit atau sekitar 0,4%.

Penjualan di Provinsi Papua Barat sebanyak 1.755 unit atau 0,2%. Penjualan di Provinsi Maluku 1.447 unit atau sekitar 0,1% dan penjualan di Provinsi Maluku Utara 689 unit atau sekitar 0,1%.

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dalam siaran persnya, mengemukakan, pada 2013 dari total pasar yang mencapai 7,7 juta unit, penjualan di wilayah Maluku, Papua, dan sekitarnya hanya 0,46% atau setara 35.530 unit.
Pada periode Januari-Oktober 2014 total pasar sepeda motor sudah mencapai 6,76 juta dengan sebaran di daerah tersebut yang hanya 0,44% atau setara 29.645 unit.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan, saat ini jalur distribusi darat memiliki banyak hambatan. Umpamanya, saat terjadi longsor, banjir atau rusaknya jembatan Comal, beberapa waktu lalu, jelas memberikan dampak besar bagi pengiriman.
Tol laut diharapkan dapat mempercepat distribusi. Selain itu, “tol laut” akan memberikan efisiensi harga distribusi.
Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, wilayah yang paling sulit untuk pendistribusian adalah Indonesia Timur. Konsep tol laut dinilainya gebrakan yang bagus untuk mengembangkan industri otomotif.

Bahkan, menurut Jongkie, saat kendala infrastruktur dan perhubungan bisa diatasi tak mustahil ke depan akan ada pemerataan industri. Gaikindo merilis, saat ini pabrik mobil masih terpusat di Pulau Jawa bagian barat yaitu, Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar