Wapres JK Bantah Prabowo; Tidak Benar RI de-Industrialisasi….

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia berada pada fase de-industrialisasi, dibantah beramai-baramai oleh pejabat Kementerian Perindustrian. Bahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dengan tegas mematahkan tuduhan tersebut.

Jusuf Kalla menegaskan, bahwa Indonesia tidak sedang dalam fase de-industrialisasi. “Berdasarkan capaian kontribusi sektor manufaktur kita saat ini, tidak benar kalau de-industrialisasi,” kata JK pada acara Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin (15/4).

Sementara itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut industri manufaktur memegang peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Saat ini, industri manufaktur mampu memberikan kontribusi kepada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional  sebesar 20 persen.

‘’Jadi, tidak tepat kalau Indonesia dikatakan sebagai negara yang mengalami de-industrialisasi. Apalagi, saat ini Indonesia masuk dalam 16 besar negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia”, kata Airlangga.

Dihubungi terpisah, Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian, Irjen (Pol) Setyo Wasisto juga mengatakan tuduhan Prabowo tidak benar. “Tidak benar de-industrialisasi terjadi di Indonesia,’’ katanya.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka, Gatih Wibawaningsih juga menyatakan mengacu pada seluruh penjelasan Menteri Airlangga, jelas dan nyata, tidak ada de-industrialiasasi di Indonesia.

Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementerian Perindustrian, Imam Haryono mengatakan bahwa de-industrialiasasi kitu terjadi jika kalau pertumbuhannya negative dalam kurun waktu beberapa lama.

‘’Ini kan industri kita tumbuh positif dan bahkan indikator PMI terakhir, 51,2 persen, artinya industri terus ekspansi,’’ katanya.

Disebut Prabowo Indonesia belum pernah memproduksi apapun, Imam memberi contoh bahwa Indonesia sudah pernah membuat pesawat terbang yakni punya PT DI dan membuat kapal selam olehPT PAL bahkan memproduksi senjata ysng dipsksi TNI lomba taraf internasional di Australia, hasilnya TNI juara umum.

‘’Jadi kenapa Prabowo sebut Indonesia tidak pernah memproduksi apapun,’’ katanya.

Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Edi Sutopo menyebut apa yang diutarakan Prabowo adalah bohong dan tidak benar. Kemajuan di bidang industri sudah nyata kelihatan, kalaupun masih ada kel;emahan di sana-sini, ya….

‘’Tapi capaian kita sudah sangat menggembirakan, yang dibutuhkan lagi adalah kekompakan seluruh pemangku kepentingan, pemerintah, eplaku usaha dan akademisi,’’ jelasnya.

Direktur Industri Bahan Galian Non Logam, Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan dengan singkat menyatakan kalau tuduhan Prabowo sangat tidak mendasar. ‘’Wong industri kita menyumbang 20 persen dari PDB bagaimana disebut de-industrialisasi,’’ ia bertanya. (sabar)

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar