154 Jiwa Hengkang dari Pengungsian

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

MAGELANG, (Tubas) – Sebanyak 60 keluarga yang terdiri dari 154 jiwa mulai hengkang dari tempat pengungsian Balai Desa Tersan Gede. Para pengungsi itu berasal dari Dusun Candi, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Mereka korban banjir lahar Merapi.

Luqman Akhmad selaku Kepala Desa (Kades) Tersan Gede mengatakan, warga pengungsi itu asal Dusun Desa Sirahan yang menjadi korban banjir lahar Gunung Merapi. Dusun tersebut tepat di sebelah timur aliran Kali Putih. Jika tanggul SMK Negeri Salam jebol, maka aliran air dan bahan material Merapi mengalir di sebelah timur Dusun Candi sehingga dusun tersebut terkepung banjir.

“Kembalinya mereka ke rumah atas inisiatif sendiri karena sudah merasa jenuh tinggal di pengungsian. Namun kami sebagai tuan rumah selalu siap menerima mereka kembali jika sewaktu-waktu dusunnya terjadi banjir,” katanya.

Selain di Balai Desa sejumlah warga Sirahan mengungsi ke beberapa rumah warga di desa Tersan Gede dengan kebutuhan logistik selama ini dipasok dari Balai Desa, mereka kebanyakan tinggal di rumah saudaranya, namun sama dengan pengungsi lainnya mendapat logistik dari pemerintah.

Luqman selaku Kepala Desa menyampaikan, kepulangan pengsungsi dari Balai Desa tersebut, merepotkan petugas posko, terutama menyangkut administrasi bagi yang tinggal di rumah warga. Selama ini kebutuhan logistik mereka menjadi satu dengan pengungsi yang tinggal di Balai Desa.

“Kalau nanti ada donatur yang berkeinginan menyumbang kami kesulitan untuk menunjukkan keberadaan mereka,” katanya. (tedi ir)

Berita Terkait

Komentar

Komentar