190 Perusahaan Ajukan Penangguhan UMK, Apa Alasnya ?

210115-NAS-6

BANDUNG, ( tubasmedia.com) –Pasca penagguhan oleh Gubenur Jawa Barar Ahmad Heryawan pada akhir 2014, kini sedikitnya 190 perusahaan di Jawa Barat mengajukan penagguhan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2015. Perusahaan tersebut pada umumnya perusahaan padat karya.

Kepala Disnakertrans Jawa Barat Hening Widiatmoko mengungkapkan dari jumlah pengajuan tersebut sebanyak 174 perusahaan dikabulan, delapan perusahaan ditolak dan delapan lainnya mencabut penangguhan dengan alasan tidak mempunyai hasil audit akuntan publik dan hanya mempunyai beberapa karyawan saja.”Mereka menyadari setelah kita tawarkan resikonya” ” kata nya kepada wartawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (20/1/2015).

Hening menjelaskan sejumlah perusahaan di Kabupaten Karawang ditolah pengajuannya karena tidak ada kesepakatan dengan para buruh. Padahal perusahaan sudah berani membayar Rp3,2 juta tapi buruhnya meminta Rp 3,4 juta.Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Purwakarta. Sebuah perusahaan padat karya yang mengajukan penangguhan tapi mereka menggunakan mekanisme yang lebih baik. Upah tahun lalu Rp 1,8 juta, kemudian mereka minta Rp 1,9 juta.

Pada umumnya perusahaan yang mengajukan penangguhan penahanan adalah perusahaan padat karya. Wilayah yang terbanyak mengajukan penangguhan Kabupaten Bogor sebanyak 65 perusahaan. Kabupaten Karawang ada 34 perusahaan yang mengajukan. Kabupaten Purwakarta ada 16 perusahaan. (edi s)

Berita Terkait

Komentar

Komentar