2014, Kota Bandung Bebas BAB Sembarangan

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANDUNG, (Tubas) – Wali Kota Bandung Dada Rosada berharap Kota Bandung bebas dari BABS (buang air besar sembarangan) pada tahun 2014. Hal ini dapat tercapai antara lain dengan cara meningkatkan kualitas sanitasi dan pengelolaan air limbah.

Mengupayakan akselarasi pencapaian target pelayanan air limbah 64% pada tahun 2015, Pemkot Bandung menginginkan Perusahaan Daeram Air Minum (PDAM) Tirtawening bisa meningkatkan cakupan layanan yang kini baru mencapai 58%. Setidaknya, di akhir 2011 mencapai progres 60% atau mencapai progres kenaikan 2% per tahun.

Untuk itu jajaran pimpinan PDAM diminta terus meningkatkan kemampuan manajerial dalam memadukan potensi internal dengan peluang eksternal. Dikembangkan terus dalam konteks meraih target maupun dalam meningkatkan kualitas kinerja perusahaan dalam memberikan layanan kepada pelanggan.

“Pengelolaan air limbah pelayanannya harus ada perbaikan dan lebih baik lagi. Kontribusinya nyata dan dirasakan, minimal berkurangnya pencemaran sungai-sungai yang ada di Kota Bandung,” kata Wali Kota Bandung, Dada Rosada saat melantik Direktur Air Limbah PDAM Tirtawening Kota Bandung, Boy Tagajagawani, di Auditorium Rosada Balaikota, pekan lalu.

Dada menambahkan, Peraturan Pemerintah (PP) No. 16 tahun 2005 tentang sistem penyediaan air minum, mengharuskan Pemda memberikan perhatian yang seimbang antara pengelolaan air limbah dengan penyediaan air minum, keduanya sama-sama menyangkut hajat hidup orang banyak.

Penanganan air limbah, kata Dada, Kota Bandung bersyukur memiliki septic tank komunal yang menurutnya cukup besar dan memadai. Namun seiring pertumbuhan penduduk, sering terkendala persoalan timbunan air limbah dan masih rendahnya kinerja pengelolaan.

Kendala lain, belum adanya pengaturan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur hak dan kewajiban para pihak untuk menciptakan sistem pengolahan air limbah yang ramah lingkungan. Berdasar kenyataan itu, pembangunan fasilitas pengolah air limbah dan faktor pendukungnya pentingnya dibarengi pembudayaan pola hidup bersih dan sehat. (binus)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar