2024, Indonesia Lepas dari Ketergantungan Bahan Baku Impor Bateray Kendaraan Bermotor Listrik

BANDUNG, (tubasmedia.com) – Lima tahun ke depan, tepatnya 2024, ketergantungan Indonesia akan bahan baku baterai kendaraan listrik akan berakhir. Saat itu, Indonesia sudah dapat memproduksi sendiri bahan baku dimaksud.

Hal itu diucapkan Kepala Balai Besar Bahan dan Barang ( B4T), Budi Susanto kepada wartawan di Bandung usai pembukaan Seminar Nasional Bahan dan Barang Teknik dengan tema “Rekayasa Material Fungsional dan Diversifikasi Energi Dalam Menghadapi Tantangan Industri 4.0” di El Royal Bandung, Rabu (23/10/2019).

Budi mernyatakan pihaknya yakin betul kalau Indonesia pada saat itu sudah mandiri dan tak lagi tergantung bahan baku impor karena sudah dapat dibuat sendiri di dalam negeri dengan bahan baku lokal yang sudah tersedia di Morowali.

Selanjutnya disebut, untuk mendukung program Kemenperin, khususnya pengadaan bateray kendaraan bermotor buatan Indonesia,  B4T berkontribusi atau berkiprah dengan kegiatan riset yang hasilnya dapat diimplementasikan oleh industri.

Di bagian lain keterangannya, Budi menyebut modernisasi pelayanan publik B4T dilakukan dalam beberapa tahap, antara lain pengembangan dashboard terintegrasi, equipment dan energy monitoring berbasis Internet of Things (IoT), asisten virtual berbasis Artificial Intelligence (AI), visualisasi monitoring memakai teknologi Augmented Reality (AR), dan manajemen order layanan menggunakan RFID.

“Karena era revolusi industri 4.0 membuktikan bawa teknologi dan informasi telah menjadi dasar berkembangnya industri menuju otomasi dan digitalisasi,” katanya.

Keramik

Sementara itu, Kepala Balai Besar Keramik, Gunawan mengatakan, pihaknya sangat mendorong hasil riset bisa masuk di sektor industri. Untuk itu, adanya Masyarajkat Keramik Indonesia ( MKI) bisa menjembatani proses riset untuk bisa masuk di sektor industri.

Diakui hasil riset bidang keramik belum sepenuhnya masuk di sektor industri karena harus memenuhi TRL atau Technology Readiness Level 1-9.

“Kami sedang menuju tahapan tersebut agar hasil riset bisa mendukung industri tanah air,” katanya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar