63 Persen Petani di Tasikmalaya Tidak Miliki Sawah

Laporan: Redaksi

ilustrasi

TASIKMALAYA, (tubasmedia.com) – Bupati Kabupaten Tasikmalaya, H. Uu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mempunyai perhatian khusus pada sektor pertanian, karena hampir 80 persen merupakan masyarakat petani tradisional.

“Berdasarkan data dari Kantor Bapeda, 63 persen petani dengan klafikasi miskin, tidak memiliki sawah sendiri, menggarap sawah orang lain (buruh tani),” kata Bupati.

Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah agraris di Jawa Barat, karena wilayah dan masyarakatnya yang didominasi pertanian, terutama pesawahan. Namun, ternyata sampai saat ini kabupaten masih kekurangan banyak penyuluh pertanian yang selalu menjadi partner para petani. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Tasikmalaya Ir.Henry Nugroho baru-baru ini.

Dijelaskan, saat ini kabupaten hanya memiliki 70 penyuluh pertanian yang tersebar di setiap kecamatan. Hal itu dikarenAkan para penyuluh yang saat ini satu orang bisa memegang beberapa desa. Sedangkan jangkauan wilayah kabupaten cukup luas dengan geografis yang berbukit. “Idealnya sih penyuluh pertanian satu desa satu orang,” ujarnya.

Menurutnya, dengan setiap desa memiliki penyuluh itu akan sangat baik dalam memberikan informasi yang terbaru. Karena para penyuluh akan lebih fokus dalam memberikan informasi yang bisa membantu petani untuk mengembangkan ilmu taninya menjadi lebih berguna. Sejak beberapa tahun ke belakang memang sangat jarang untuk penambahan penyuluh pertanian. Sekalipun penambahannya tidak sesuai dengan jumlah yang keluar setiap tahunnya karena habis masa baktinya atau pensiun.

“Paling nambah lima orang, terus ada yang pensiun, sekarang saja ada sekitar 16 orang yang akan pensiun,” terangnya. Dengan minimnya penyluh, kata dia, sebetulnya tidak begitu mempengaruhi terhadap hasil produksi. (hakri/dadang)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.