68 Pabrik Kelapa Sawit Tutup, Ini Penyebabnya…

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Hingga kini, 68 Pabrik Kelapa Sawit tutup karena kesulitan menjual Crude Palm Oil (CPO – minyak sawit) ketika stok dalam negeri menumpuk.

“Memang saat ini masih sulit jual CPO. Menurut Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia sudah ada 68 PKS yang tutup,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Eddy Martono  saat dihubungi, Senin, 11 Juli 2022.

Ia mengatakan hal ini disebabkan stok CPO sekarang yang melimpah, di mana hingga Juni tercatat sekitar 6,3 juta ton. Demi menambah umur operasi, perusahaan sawit juga memperlambat waktu panen mereka dan kesulitan menerima Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani swadaya karena stok tangki masih terisi.

Selain itu, eksportir CPO juga kesulitan mencari kapal karena setelah larangan ekspor banyak kapal digunakan untuk mengangkut crude oil dari Russia.

“Perusahaan pun sekarang sudah memperlambat rotasi panen agar masih bisa beroperasi, sehingga beberapa masih sulit menerima TBS luar. Sampai kapan? Sampai stok tangki mulai terkuras,” katanya.

Menurutnya, salah satu solusi yang genting adalah memperlancar ekspor dengan melepas sementara persyaratan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Public Obligation (DPO) sampai stok normal.

“Sekarang mesti prioritas memperlancar ekspor, bisa dengan cara melepas dulu persyaratan DMO dan DPO sampai stok CPO mendekati 3-4 juta ton,” paparnya.

Perihal desakan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan agar PKS membeli harga TBS Rp 16.000 per kg, Eddy Martono mengatakan PKS tidak bisa serta-merta membeli TBS sawit petani Rp 1.600 per kilogram karena harga CPO sudah rendah.

Menurutnya, untuk bisa membeli TBS seharga Rp 1.600 per kilogram minimal harga CPO Rp 8.000 per kilogram. Ini pun, katanya, dengan asumsi rendemen sawit 20 persen.

“Kalau untuk beli TBS Rp 1.600 per kg, harga CPO minimal Rp 8.000 dengan asumsi rendemen 20 persen. Nah sekarang harga CPO di kisaran Rp 6.000-7.000, bagaimana bisa beli TBS dengan harga Rp 1.600?” kata Eddy.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta pelaku usaha membeli TBS minimal Rp 1.600/kg untuk menyelamatkan harga TBS petani sawit. Hal ini ia ungkapkan saat berdialog dengan petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Lampung di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu, 9 Juli 2022.(sabar)

Berita Terkait