90% Caleg Masih Muka Lama yang Sontoloyo

Oleh: Fauzi Azis

ilustrasi

ilustrasi

TOPIK ini hanya ingin mengangkat tentang bagaimana para elit politik mengurus negeri ini. Rakyat telah memberi kepercayaan kepada mereka untuk menjadi wakilnya di DPR, DPD dan memilih presiden serta wakil presiden. Tetapi amanat tersebut tidak sepenuhnya dilaksanakan.

Mereka lupa mengurus negeri ini dan mereka lupa menjadi lokomotif perubahan seperti janji reformasi yang dideklarasikan tahun 1998. Setelah dalam singgasana kekuasaan, mereka asyik mengembangkan gaya hidup sendiri yang hedonis, memantapkan diri menjadi milyarder, lupa anak, lupa isteri.

Yang seperti ini gaya hidupnya tentu tidak semua. Masih banyak yang baik dan bisa menjaga martabatnya. Elit politik yang lupa diri dengan kelakuannya yang aneh-aneh,ibarat kata, mereka itu sedang menjalani kehidupannya dengan cara gambling. Sarapan pagi di hotel mewah, makan siang di restoran bergengsi dan di malam hari nongkrong di cafe.

Agenda seperti itu tentu tidak dikerjakan sendirian. Pasti ada yang menemaninya, apakah itu namanya mitra kerja atau para selebritis atau yang lain. Mereka bertemu tidak sedang mikirin negara dan rakyatnya. Mereka ketawa- ketiwi bahas proyek APBN/APBD yang bisa ditransaksian dengan nilai tukar yang bernilai miliaran rupiah sebagai upeti atau hadiah.

Asyik, tapi ngeri-ngeri sedap (meminjam istilah Sutan Batoegana), karena begitu digropyok, sedapnya bisa sirna hanya tinggal ngerinya saja. Bayangkan lima tahun berada di gedung DPR sebagai wakil rakyat kerjanya hanya gambling untuk kepentingan, kenikmatan bagi dirinya sebagai wakil rakyat yang tidak terhormat.

Kewenangan yang dimiliki sebagai penyusun UU dan penyusun APBN dimainkannya begitu rupa hanya untuk mencari kenikmatan duniawi yang sesat. Akan “ngeri” kalau sudah menjadi tersangka di KPK dan untuk menutup kengeriannya itu dia tutupi dengan senyum dan tertawa di hadapan publik.

Runyam negeri ini kalau diurus oleh elit politik yang gemar bertopeng dan bermuka dua. Negeri ini bukan negeri parpol yang membiarkan politisinya berkelana seperti ayam yang hidup di alam bebas. Kasihan anak isterinya dikasih makan dan minum dari sumber mata air yang beracun.

Negeri ini tidak boleh dibiarkan menjadi korban gambling para pemimpinnya karena sangat berbahaya dampaknya bagi masa depan. Gambling kalau sudah kehabisan modal pasti apa saja di depan mata dan hidungnya akan dilego. Gambling temannya adalah mabuk. Kalau sudah dalam posisi seperti itu, mereka tidak lagi mampu bertindak pakai akal sehatnya apalagi nuraninya.

Persoalannya apakah tahun ini kita akan mendapatkan wakil rakyat yang tidak hoby gambling. Sulit rasanya karena hampir 90% calon anggota DPR yang nyaleg tahun ini adalah masih muka-muka lama yang sebagian diantaranya adalah sontoloyo dan gemar melakukan gambling cari obyekan proyek APBN/APBD. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar