99 % Program Kerja Ditjen Industri Kimia Hilir, Terwujud

BERSALAMAN – Inspektur 2, Inspektorat Jenderal Kemenperin, Edy Waspam (kiri) bersalaman dengan Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian, Teddy Sianturi, usai acara. –tubasmedia.com/sabar hutasoit

 

BANDUNG, (tubasmedia.com) – Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian, Teddy Sianturi mengatakan program kerja sektor yang dipimpinnya selama periode 2016 hampir seluruhnya terlaksana. Mencapai angka 99 %.

Namun katanya dari antara sekian banyak program Ditjen Industri Kimia Hilir sepanjang 2016, hanya ada tiga bidang yang akan terus dilanjutkan pada program kerja 2017. Ketiganya adalah pemberlakuan  Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib pelumas, pelabelan kimia dan penataan industri plastik daur ulang.

“Penerapan SNI wajib pelumas diprogramkan tuntas Juni 2017,’’ kata Teddy kepada wartawan usai acara “Evaluasi Kinerja Industri Tahun 2016 dan Penyusunan Rencana Kegiatan 2017, Ditjen Industri Kimia Hilir” di Bandung kemarin.

SNI wajib pelumas lanjut Teddy perlu segera diterapkan demi melindungi konsumen dari sisi mutu dan kualitas minyak pelumas yang beredar di wilayah hukum NKRI.

Dikatakan oleh Teddy bahwa SNI wajib pelumas itu tidak akan mengganggu kegiatan impor. Malah sebaliknya akan menjaga mutu pelumas yang beredar di dalam negeri, sehingga konsumen akan tetap aman dari serbuan pelumas yang bermutu rendah.

Sementara itu, Inspektur 2, Inspektorat Jenderal Kemenperin, Edy Waspam dalam paparannya mengatakan agar segenap pemangku kepentingan di jajaran Industri Kimia Hilir mengawal setiap pekerjaan yang sudah diprogramkan.

Diingatkan pula bahwa dalam pelaksaan sebuah proyek pemerintah, tidak jarang muncul perusahaan abal-abal sehingga tidak jarang pula ULP kecolongan. ‘’ULP seperti membeli kucing dalam karung,’’ katanya.

Karena itu dikatakan, petugas Itjen mulai 2017 ini ke depan, akan berperan sebagai pihak yang melakukan pengawalan atas seluruh program yang sudah dijadwalkan.

Pengawalan menurut Edy merupakan tugas yang berat tapi lebih berat lagi untuk menjamin. Pasalnya menurut dia, dalam perjalanan pekerjaan sebuah proyek, sering terjadi perubahan tanpa diketahui petugas pengawal.

‘’Di lapangan sering terjadi kong bagi kong, bukan kong kali kong,’’ kata Edy yang disambut geeerrr oleh peserta. (sabar)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar