Ada Apa, Ribuan Nelayan Anambas Tidak Berani Melaut ?

181214-MARITIM-1
JAKARTA (tubasmedia.com) – Ribuan nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas tidak berani melaut. Mereka ketakutan setelah dikejar-kejar nelayan Thailand di Perairan Belidah, Kabupaten Kepulauan Anambas pada 8 Desember 2014 lalu. Peristiwa terjadi paska penenggelaman tiga kapal asing (Thailand) pencuri ikan di Laut Natuna

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Anambas Tarmizi mengungkapkan, di Kepulauan Anambas ada 5.000 nelayan dan hanya sebagian kecil yang melaut pada zona kurang dari 12 mil laut. Tarmizi sengaja menahan para nelayan untuk tidak melaut di Perairan Anambas sebelum keamanan mereka dijamin oleh TNI Angkatan Laut. ” Nelayan yang ingin melaut di atas 12 mil saya tahan dulu sebelum sebelum ada jawaban keamanan dan koordinasi dengan TNI AL,” kata Tarmizi Kamis (18/12/2014).

Menurut Tarmizi kasus pengejaran kapal nelayan Anambas oleh nelayan Thailand terjadi pada 8 Desember 2014. Saat itu, satu kapal nelayan Anambas berbobot 5 Gross Ton (GT) sedang berjangkar menangkap ikan di Perairan Belidah. Kapal nelayan Anambas didekati satu kapal nelayan asing dengan ukuran lebih besar, sekitar 60 GT.

Kapal tersebut mendekat dengan kecepatan tinggi. Panik melihat pergerakan kapal itu, kapal nelayan Anambas segera menghidupkan mesin kapal dan menghindar dari hantaman kapal nelayan asing. Setelah itu aksi kejar-kejaran pun terjadi.” Kita memilih bersembunyi di pengeboran minyak di Perairan Belidah,” katanya.

Bagi Tarmizi, ini adalah kasus pertama kepal nelayan asing mengejar kapal nelayan lokal. Kasus ini terjadi pasca penenggelaman tiga kapal nelayan asing Thailand di Anambas. ” Kasus ini terjadi pasca penenggelaman tiga kapal asing di laut Natuna,” ujarnya.(siswoyo)

Berita Terkait