Ahok: Beli Ayam Pakai KJP, Bisa Rp 10.00 Per Kilo

JAKARTA, (tubasmedia.com)– Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1438 Hijriah di Posko Relawan Nusantara (RelaNU) di Jalan Taman Patra X, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (15/1).

Pergi.com – Promo Rp 200.000 untuk lanjutin liburan seru-muDalam acara tersebut, Ahok menyampaikan tentang keberhasilan program kerja yang telah ia jalankan bersama wakilnya, Djarot Saiful Hidayat. Ahok meminta tamu yang hadir menetapkan pilihan kepada pasangan calon nomor urut 2, Ahok-Djarot.

Selain itu, Ahok meminta masyarakat tidak mempercayai kabar miring yang tidak jelas kebenarannya. Ahok mengatakan, dirinya selalu mendapatkan fitnah atas apa yang ia kerjakan selama ini.

“Kalau mau pilih pemimpin, pilihlah yang paling banyak difitnah dan dizalimi. Biasanya calon pemimpin yang kayak begitu, orangnya jujur,” kata Ahok dikutip dari Antara, Minggu (15/1).

Sebab, lanjut dia, biasanya seseorang difitnah karena benar. Dia menceritakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk para siswa sebesar Rp 600.000/bulan yang ditrasfer ke rekening KJP mereka. Ahok juga menceritakan tentang harga beras yang stabil di Jakarta.

“Tinggal cabai saja masih belum beres. Tapi kalau beli daging pakai KJP bisa cuma Rp 35.000 loh per kilogram. Daging ayam Rp 10.000, tuturnya.

Acara yang sekaligus merupakan silaturahmi keluarga besar RelaNU itu di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Alquran, sambutan-sambutan, dan ceramah agama.

Koordinator RelaNU, Taufik Damas, mengatakan, dalam peringatan hari lahir nabi besar umat Islam ini, pihaknya sengaja mengundang Ahok.

Adapun tema yang diusung dalam peringatan Maulid Nabi tersebut adalah ‘Meneguhkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin’, dimana pentingnya nilai Islam di tengah masyarakat.

Menurut Taufik, Islam diturunkan untuk saling menyayangi, bukan untuk saling membenci. Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad agar manusia bisa menjalani hidup dan mengayomi orang lain.

“Saya menegaskan acara hari ini Maulid Nabi yang temanya menegaskan Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin. Memang dasarnya Islam diturunkan Allah untuk mencintai dan menyayangi, bukan untuk membenci,” kata Taufik.

Nabi Muhammad, lanjut Taufik, tidak pernah mengajarkan kebencian dan permusuhan. Oleh karena itu, dirinya beserta simpatisan RelaNU bertekad membela Ahok atas tuduhan penistaan agama.

“Dukungan tersebut sekaligus menegaskan nilai kemanusiaan dan komitmen terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya. (red)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar