AHY Harusnya Tawarkan Program Orisinal dari Dirinya, Bukan Membanggakan Program Bapaknya yang Gagal…

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengklaim banyak pembangunan infrastruktur di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Bahkan, AHY menyindir bahwa 90 persen proyek yang diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan peninggalan peroyek yang digagas oleh SBY.

Pengamat politik Lucius Karus merespons pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya, pembangunan di era Jokowi justru memperlihatkan sebaliknya.

“Itu akhirnya terlihat sebagai pepesan kosong karena data pendukung justru memperlihatkan hal yang berbeda,” kata Lucius, Minggu (18/9/2022).

“Benar bahwa ada sejumlah proyek era SBY yang diselesaikan Jokowi, itu tentu bukan salah Jokowi ketika akhirnya menjadi penggunting pitanya. Fakta akhirnya Jokowi yang menyelesaikan proyek yang dimulai SBY, tetap saja menjadi poin buruk bagi SBY karena dianggap tak mampu membuat perencanaan proyek agar selesai di tangannya juga,” ujar Lucius.

Lucius menilai, AHY tidak bijak ketika berupaya mendiskreditkan Jokowi memakai data zaman SBY, karena, lanjutnya, klaim itu harus didukung data.

“Tak ada untungnya juga selain bagi pendukungnya sendiri ketika AHY membangun posisi sebagai oposisi Pemerintahan sekarang dengan menjadikan pemerintahan era SBY sebagai tameng pembanding.”

Menurut Lucius, harusnya AHY tampil dengan tawaran program orisinil dari dirinya untuk ditawarkan kepada publik jelang Pemilu 2024.

Lalu seperti apa sebenarnya pencapaian pembangunan infrastruktur yang dicapai pemerintahan Jokowi hingga saat ini?

Berdasarkan data yang dihimpun, SBY telah membangun jalan tol sepanjang 189,2 km sejak 2004 hingga 2019. Sedangkan Jokowi membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 km sejak menjabat pada tahun 2014.

Kemudian, tercatat ada 18 bendungan mulai konstruksi di era SBY yang seluruhnya diselesaikan di era Jokowi. Jokowi juga diketahui membangun 12 bendungan sejak menjabat. Jika diakumulasi, ada 30 bendungan yang selesai dibangun di era jokowi.

Selanjutnya, tercatat ada 29 bandara yang dibangun di masa pemerintahan Jokowi.

Pembangunan infrastruktur pada era pemerintahan Joko Widodo sudah berjalan ‘on the track’. Pencapaiannya bahkan melampaui pembangunan infrastruktur pemerintahan Indonesia lainnya, selama ini.

“Pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo selama hampir sembilan tahun ini adalah yang terbaik di antara yang lainnya. Saya punya data. Kita bicara berdasarkan data, jadi tidak asal ngomong,” ujar Ridwan Bae, politisi senior Partai Golkar, Sabtu (17/9/2022) kepada media.

Wakil Ketua Komisi V DPR ini menyampaikan pendapatnya untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengurai keberhasilan pembangunan di era pemerintahan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Berbagai parameter juga membuat rakyat lebih sejahtera. Namun, pernyataan AHY lantas menuai berbagai tanggapan, termasuk Ridwan Bae.

Jokowi Jauh Lebih Baik

Mantan Bupati Muna, Sultra, ini, menegaskan, keberhasilan pembangunan di era Jokowi jauh lebih baik dari era SBY.

“Rakyat juga lebih senang dan sejahtera di era Pak Jokowi, bukan sebelumnya ” tegas Ridwan Bae, yang terpilih sebagai anggota DPR RI dua periode dari Dapil Sultra. “Saya bicara berdasarkan data, bukan sekadar ngomong seenaknya ke media.”.

Ridwan Bae menjabarkan capaian pembangunan di era SBY dan Jokowi. Dalam 10 tahun pemerintahan SBY melalui Kabinet Indonesia Bersatu, 2004-2014, sepanjang 189,2 km jalan tol selesai konstruksi. Kemudian sebanyak 18 bendungan mulai konstruksi dan selesai pada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dari 2004 hingga 2014, sebanyak 24 bandar udara (bandara) selesai kontruksi.

Dari data Ridwan Bae, sejak 2014 hingga September 2022 melalui dua kabinet pemerintahan Jokowi, telah selesai konstruksi sepanjang 1.762,3 km jalan tol. Bendungan, 30 selesai konstruksi. Lalu, 29 bandar udara. Bahkan terdapat pembangunan sepanjang 316.590 km jalan desa yang juga selesai konstruksi.

Ridwan Bae juga menegaskan, Jokowi masih menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan 750 km jalan tol pada dua terakhir pemerintahannya, yakni 2023 dan 2024.

“Target yang direncanakan oleh Pak Jokowi ini kurang lebih 2 tahun, jauh lebih panjang ketimbang capaian jalan tol yang dibangun semasa kepemimpinan SBY selama 10 tahun, yakni hanya 189.2 km,” papar Ridwan Bae.

“Jadi terbukti ‘kan, mana yang lebih baik. Membandingkan itu dengan data sehingga menjadi fakta, bukan sekadar bicara. Bicaralah dengan data,” tegas Ridwan Bae.

“Pembangunan infrastruktur di era Pak Jokowi tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di kota-kota atau perkotaan, akan tetapi juga sampai ke desa-desa dan pelosok. Jadi sangat merata,” ujar Ridwan Bae.

Keberhasilan dan pemerataan pembangunan infrastruktur ini disebut Ridwan Bae memengaruhi dan mendukung proses percepatan pemulihan perekonomian nasional dari terjangan pandemi Covid-19.

“Proyek Strategis Nasional Infrastruktur juga dibawah Menko Perekonomian” papar Ridwan Bae. (sabar)

 

 

 

Topik :

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.