Airlangga Hartarto: Industri Kecil Masih Sakit…

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Dalam hal kontribusi terhadap penyediaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi dan juga bantuannya dimasa-masa krisis ekonomi, sektor industri kecil memang sangat luar biasa.

‘’Sekalipun ukurannya “kecil”, namun peranannya lumayan besar,’’ demikian Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menguraikan kondisi industri kecil dan menengah (IKM) dalam bukunya berjudul “Merajut ASA Membangun Industrti, Menuju Indonesia yang Sejahtera dan Berkelanjutan”.

Buku setebal 186 halaman  yang ditulis sendiri oleh Airlangga Hartarto, dibedah Senin kemarin di Jakarta.

Salah satu artikel dalam buku tersebut diberi judul “Kecil Tetapi Banyak, Potret Industri Kecil” yang dalam artikel tersebut diunhkapkan kehebatan sekaligus kelemahan induistri kecil.

Sepintas tulis Airlangga, kalimat “kecil itu indah” yang populer setelah EF Schumacher menerbitkan bukunya “Small is Beautiful: Economic as if PeopleMAttered” di awal tahun 1970-an, benar adanya.

Apa yang ditampilkan industri kecil tulis Airlangga, memang sangat menarik. Tetapi apakah benar demikian?

Dari luar, melalui kontribusinya yang ditunjukkan selama ini, boleh saja industri kecil tampak menawan. Tetapi jika dicermati lebih mendalam, sebenafrnya sektor industri kecil masih bergelut dengan banyak permasalahan.

Sektor ini sebenarnya masih sakit. Ibarat manusia, masih mengalami kekurangan “nutrisi” yang dibutuhkan agar bisa tumbuh sehat dan berkembang secara normal.

Sektor industri kecil sampai saat ini masih dhadapkan pada permasalahan klasik berupa lemahnya manajemen usaha dan dukungan pembiayaan, kurangnya akses terhadap faktor produksi, seperti bahan baku dan teknologi dan juga akses pasar.

Akibatnya adalah, tingkat produktifitas yang rendah. Tidak hanya rendah, tetapi juga cenderung stagnan. (sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar