Site icon TubasMedia.com

Ajakan UAS tidak Belanja ke Singapura tak ‘’Ngaruh’’, Nilai Tukar Dolar Singapura Malah Melesat

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Nilai tukar dolar Singapura kembali melesat melawan rupiah pada perdagangan Kamis (19/5/2022), hingga menembus ke atas Rp 10.600/US$. Singapura di pekan ini menjadi sorotan di dalam negeri setelah menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS). Pasca penolakan tersebut, UAS menyerukan untuk tidak lagi berbelanja ke Singapura.

“Hari ini kita barangkali tidak perlu gunakan uang kita untuk belanja ke Singapura, dananya bisa dialihkan untuk berwakaf bersama UAS,” tulis UAS dalam unggahan akun Instagram, Rabu (18/5/2022).

Namun seruan itu tidak ngaruh dan tidak ngepek terhadap nilai tukar dolar Singapura.

Untuk diketahui, Indonesia merupakan salah satu pasar ekspor terbesar Singapura. Jika seruan UAS tersebut sampai berdampak pada boikot produk Singapura, tentunya akan memberikan dampak signifikan.

Rasio ekspor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura lebih dari 100%. Singapura menjadi negara dengan rasio ekspor terhadap PDB terbesar di dunia. Artinya, ketika ekspornya mulai tinggi, maka pertumbuhan ekonomi mengekor.

Berdasarkan data dari Trading Economics, nilai ekspor Singapura ke Indonesia mencapai US$ 21,43 miliar sepanjang tahun 2020. Nilai ekspor tersebut menjadi yang terbesar kelima, di bawah China, Hong Kong, Amerika Serikat dan Malaysia.

Nilai ekspor tersebut meningkat menjadi US$ 28,8 miliar sepanjang 2021, berdasarkan data International Trade Center. Dari total nilai tersebut, ekspor terbesarnya yakni HS 27 yakni bahan bakar mineral, mineral minyak dan produk distilasinya. Nilainya mencapai US$ 6,8 miliar. Di urutan kedua, ada HS 85 yakin mesin listrik dan peralatannya dengan nilai US$ 6,6 miliar.

Kehebohan Singapura yang menolak UAS tersebut juga disorot media-media internasional, tetapi tidak berdampak pada nilai tukarnya. Pada pukul 11:45 WIB, dolar Singapura diperdagangkan di kisaran Rp 10.608/SG$, melesat 0,56% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) sudah buka suara soal penolakan tersebut. UAS dinilai Singapura menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura. Misalnya, Somad telah mengkhotbahkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi ‘syahid’. Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal ‘jin (roh/setan) kafir’. Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai ‘kafir’,” tulis MHA di situs resminya. (sabar)

 

Exit mobile version