Aksi Lilin Damai di Bundaran HI Terkait Teror Bom Molotov Gereja Oikumene Samarinda

fb4819e2-efef-455d-9824-5f9

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kecaman dan imbauan menjaga kedamaian diserukan sekelompok orang malam ini (Senin 14 Noveember 2016) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Aksi damai digelar terkait teror bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, yang mengakibatkan Intan Olivia Marbun (2,5 tahun) meninggal.

Aksi lilin damai yang digelar Forum Kebhinekaan diawali dengan doa kumpulan orang tua dan muda-mudi dari berbagai kelompok. Mereka juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Ini bentuk solidaritas otentik dari negara ini. Saya kira ini penting kita lakukan dan terus dilakukan di tengah masyarakat, dimana ada pengumbar kebencian,” ucap salah satu koordinator Forum Kebhinekaan, Joshua Napitupulu saat berorasi, Senin (14/11/2016).

“Semoga pelaku segera ditangkap dan jangan sampai membesar seperti peristiwa di Thamrin dan lainnya,” imbuh dia.

Lilin damai ini menurut Joshua sebagai tanda penerangan untuk korban balita tersebut. Bangsa yang besar adalah yang mampu memelihara kedamaian.

“Saya meminjam ungkapan populer, daripada menutupi dengan kegelapan kita nyalakan lilin untuk membuka penerangan. Indonesia bangsa yang besar dan harus memelihara perdamaian. Bukan karena bom kita kumpul, tapi ini untuk solidaritas bersama anak bangsa,” ujarnya.

Berbagai spanduk dalam karton terpampang bertuliskan “Kita Semua Bersaudara’, ‘Kami Tidak Takut’, “Tindak Tegas Pelaku Teror’ dan ‘Kutuk Keras Pelaku Terorisme. Setelah itu, peserta menaruh bunga Mawar sebagai simbol berduka. (red)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar