Alami Kelambatan Ekonomi, Penduduk Indonesia tetap Optimis

penduduk

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Credit Suisse Research Institute menerbitkan hasil survei tahunan ke-lima tentang konsumen di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam survei kali ini, Credit Suisse kembali bekerjasama dengan perusahaan riset pasar global Nielsen untuk melakukan wawancara tatap muka terhadap hampir 16.000 konsumen di sembilan negara, yaitu Brazil, Tiongkok, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Turki.

Global Co-Head Securities and Analytics Research Credit Suisse, Stefano Natella memaparkan, hasil riset kali ini mendapati penduduk Indonesia umumnya masih lebih optimis dibandingkan negara tetangga meski mengalami perlambatan ekonomi pada 2014.

“Dengan ekspektasi 5,5% pada 2014, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) berada di level terendah dalam lima tahun terakhir,” ungkap Stefano, Senin (16/2/15).

Di saat optimisme pendapatan 2015 menjadi lebih moderat, masyarakat Indonesia berada di peringkat kedua dalam hal ekspektasi pendapatan dan keuangan pribadi di masa yang akan datang.

Depresiasi rupiah sejak Agustus 2013 dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Juni 2013 (dengan kenaikan berikutnya pada November 2014) akan mempengaruhi daya beli keseluruhan.

“Meningkatnya optimisme masyarakat Indonesia lebih disebabkan oleh kesuksesan pemilihan anggota DPR (14 April) dan presiden (Juli 2014),” jelas Stefano. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar