ALSINTANI Minta Diusut Izin Impor Cangkul PT PPI Dikeluarkan Instansi Mana

img_9323-jpg2

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sekretaris Asosiasi Perusahaan Alat dan Mesin Pertanian Indonesia (ALSINTANI), Abdul Karim mempertanyakan izin impor cangkul yang dimiliki PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dikeluarkan oleh instansi mana.

Pertanyaan itu dikemukakan Karim mengingat yang pihaknya tahu bahwa yang memiliki izin impor cangkul hanyalah PT Sarinah Persero yang rekomendasi impor diterbitkan Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan.

Izin impor yang diberikan kepada Sarinah-pun kata Karim adalah cangkul setengah jadi dimana proses finishing cangkul impor itu masih harus dilakukan di Indonesia yang akan melibatkan tenaga keja dalam negeri dan penggunaan bahan baku lokal.

‘’Jadi yang perlu diusut sebenarnya perilaku PT PPI yang mengimpor alat-alat pertanian dalam kategori hand tools. Sebab importasi yang dilakukan PT PPI jelas akan membunuh keberadaan industri cangkul di dalam negeri sebab yang mereka impor adalah cangkul dan alat pertanian lainnya yang sudah siap pakai,’’ kata Karim kepada tubasmedia.com di Jakarta, Senin.

Hingga kini lanjut Karim, ALSINTANI masih mencari tahu, pihak mana yang memberi izin impor kepada PT PPI.

‘’PT PPI ‘’selingkuh’’ dengan siapa hingga mereka bisa mengimpor alat pertanian dalam keadaan siap pakai. Ini pembunuhan kepada industri lokal,’’ tegas Karim.

Dikatakan oleh Karim bahwa selama ini PT PPI baru sebatas mengajukan izin impor kepada Direktur Industri Permesinan dan Alat Pertanian, Kemenperin, Arus Gunawan. Namun permohonan PT PPI ditolak oleh Arus Gunawan.

‘’Tapi tiba-tiba mereka melakukan impor membuat isu impor cangkul menjadi merebak di negeri kita ini,’’ katanya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar