Amien Rais: Foke-Nara Kalah Karena Jokowi-Ahok Bayar Pers

Laporan: Redaksi

Amien Rais

Amien Rais

SOLO, (TubasMedia.Com) – Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta. Pria yang pernah menyandang gelar Bapak Reformasi ini menilai kemenangan Jokowi-Ahok bisa mengancam iklim demokrasi di Jakarta.

“Sebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis,” kata Amien sebelum membuka acara Rakerda DPD PAN Solo di Solo Inn, Sabtu silam.

Menurut Amin, barisan pebisnis yang berdiri di belakang pasangan Jokowi-Ahok selama ini sangat berpotensi mencaplok kekuatan politik. Padahal, kata Amien, kekuatan pebisnis mestinya dikontrol oleh kekuatan politik untuk menciptakan iklim demokrasi yang segar. “Saya terus terang sangat khawatir. Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Amien melanjutkan, watak bisnis ialah profit dan kerap kali lupa norma hukum. Padahal, yang bisa mengingatkan bahwa bisnis keliru adalah kekuatan politik. “Namun, jika politik sudah dicaplok pebisnis, maka masa depan demokrasi di ambang kehancuran,” pesannya.

Amien juga tak mau menyebut kemenangan Jokowi-Ahok sebagai kemenangan rakyat. Ia dengan tegas menyebutnya sebagai kemenangan mesin politik yang mampu membentuk opini publik. “85% media massa berpihak kepada Jokowi. Dan kenapa Fauzi tak bisa merebut media massa? Karena Foke nggak punya duit,” ujarnya.

Anjing Penjaga

Di sisi lain, Amien kembali memuji Fauzi Bowo atau Foke. Menurut Amien, sikap Foke yang dengan terbuka mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi adalah contoh yang harus ditiru dalam Pilpres 2014 mendatang.

“Itu pidato konsensus, contoh bagus untuk Pilpres mendatang,” paparnya. Ia mengingatkan, jika dalam 100 hari masa kepemimpinan Jokowi, Jakarta tetap banjir, macet dan karut marut, Jokowi, kata Amien, dinilai hanya bisa mengumbar janji. Tapi, jika ada perbaikan, imbuhnya, mungkin kepemimpinannya masih ada gebrakan. “Jakarta itu tak seperti Solo. Jangan grasa-grusu,” paparnya.

Tak hanya itu, Amien juga mengingatkan kepada insan pers agar tak hanya menjadi guard dog (istilah untuk fungsi pers yang diplesetkan menjadi anjing penjaga). Menurutnya, fungsi pers ialah watch dog atau anjing pengawas. “Yaitu, mengawasi kelalaian, mengawasi deviasi, kejahatan yang lahir dari perkawinan kekuatan politik dengan pebisnis itu,” pungkasnya.

Amien Rais secara tegas juga mengatakan terpilihnya pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) sebagai Gubenur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta, tidak akan membawa perubahan apa pun.

Malah sebaliknya, dengan gaya khasnya, tokoh reformasi ini mengatakan bahwa dengan kemenangan Jokowi-Ahok, kekuatan ekonomi kecil di Jakarta akan semakin tergilas dengan kekuatan ekonomi besar yang berada di rangkaian gerbong Ahok.

“Kemenangan Jokowi-Ahok tidak akan membawa perubahan apa pun bagi Jakarta. Saya tak menyebutnya etnis. Di belakang Ahok, didukung pebisnis-pebisnis kuat,” jelas Amien kepada para wartawan.

Menurut Amien, kekuatan pebisnis yang dibawa Ahok dikontrol oleh kekuatan politik di belakangnya. Sehingga arah kebijakan pemerintahan Jokowi-Ahok praktis juga dikontrol.

Menurut Amien, kondisi pemerintahan semacam itu sangat tidak sehat. Seharusnya yang bisa mengontrol dan mengendalikan pebisnis itu politik. Bukan sebaliknya, tambah Amien, pebisnis yang mengendalikan politik efek dari perkawinan tersebut.

Tak hanya itu saja, kemenangan Jokowi-Ahok salah satunya bisa mengendalikan media massa. Karena salah satu faktor kekalahan Foke yaitu ketidakmampuan Foke mengendalikan media massa.

Enggan

Sementara itu, Joko Widodo enggan mengomentari pernyataan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais. Gubernur DKI Jakarta terpilih itu, mengaku tak tahu komentar yang dilontarkan Amien.

Sebelumnya, Amien menyatakan kemenangan Jokowi dan wakilnya, Basuki J Purnama atau Ahok dibekengi para pebisnis. Tapi ketika menyoal sindiran Amien, Jokowi ogah menanggapi.

Gak tau saya. Yang jelas dari dulu ideologi saya jelas,” ucap Jokowi singkat ketika keluar dari rumah dinas Loji Gandrung menuju Balaikota Solo. (tim)

Berita Terkait

Komentar

Komentar