Anas: Ancaman Rizieq tak Ada Strumnya

Laporan: Redaksi

Anas Urbaningrum

JAKARTA, (Tubas) – Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum menanggapi datar ancaman Ketua Umum Front Pembela Islam, Rizieq. Partai pendukung SBY.  mengatakan, mungkin sebagai ancaman itu hal serius.

“Tapi bagi saya bukan serius secara politik”, ujar Anas, usai menghadiri Dies Natalis ke-64 Himpunan Mahasiswa Islam, di Menara Bidakara, Selasa malam, 15 Februari 2011.

Anas menegaskan dalam tata negara ada aturan yang harus dipenuhi. “Gulingkan presiden bagaimana caranya itu?”, dia balik bertanya.  Salah satu aturan demokrasi yang harus dipenuhi, kata Anas, adalah sirkulasi kepemimpinan secara berkala melalui mekanisme pemilihan umum.

Itu sebabnya, Anas yakin, keinginan penggulingan Presiden itu tak disambut baik oleh rakyat. Dia menilai saat ini tak ada urgensinya menurunkan presiden, terlebih seruan dari FPI. “Tidak ada setrumnya itu,” ujarnya datar.

Apakah seruan itu bisa digolongkan sebagai makar? Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Rudy Satriyo mengatakan, seruan FPI itu masih jauh dari definisi makar. “Itu hanya statemen. Penggulingan kekuasaan harus ada senjata, massa. Masih jauh,” ujarnya.

Rudy Satriyo menyarankan pemerintah berdialog dengan memanggil FPI soal ancaman itu. “Panggil saja FPI. Yang juga perlu dicermati adalah, apa penyebab FPI mengeluarkan statemen itu, jangan hanya akibatnya saja,” tambah Rudy.

Ketua DPD FPI Jakarta, Habib Salim Umar mengatakan sikap FPI, akan berbalik jika pemerintah membubarkan Ahmadiyah. “Kalau Ahmadiyah dibubarkan tak mungkin akan menggulingkan presiden,” kata dia. “Kalau presiden keluarkan Kepres Ahmadiyah, FPI akan bela SBY jika ada yang ingin menggulingkan.” ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar