Andesswa Doa Bersama Memohon Corona Cepat Berlalu, dr Mamoto: Semua Warga Harus Mau Divaksin

dr Mamoto Gultom

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Walau seluruh warganegara wajib divaksin, akan tetapi jangan ada diantara kita yang sudah divaksin menjadi anggap enteng akan serangan virus Corona. Namun harus tetap hati-hati dan tetap taat akan protokol Kesehatan (prokes).

Hal itu dikatakan dr Mamoto Gultom pada doa bersama Anak Desa Siwaluoppu (Andesswa) yang diselenggarakan, Minggu siang (180721) secara virtual.

Doa bersama itu diselenggarakan Andesswa untuk meminta pertolongan kepada Tuhan agar seluruh warga dan bangsa dan negara dan juga sel;uruh dunia dapat terhindar dari serangan virus Corona. Juga mengharap agar virus virus pandemic covid 19, segera sirna dari muka bumi ini.

Khotbah pada acara doa bersama ini dipimpin Pdt Hendry Manalu STh dan liturgis oleh St Jimmer Hutagalung, doa syafaat St Fernandes Manalu dan Herlina Simatupang.

Pdt Hendry Manalu STh

dr Mamoto yang ahli kesehatan masyarakat ini selanjutna mengatakan, bahwa vaksin tersebut bukan untuk menyembuhkan penyakit yang diakibatkan virus corona dan bukan hanya untuk diri sendiri. Akan tetapi jika semakin banyak yang divaksin, maka akan semakin banyak yang kebal sehingga virusnya tidak bisa lagi masuk kemana-mana. “Lama-lama virus itu akan hilang,’’ katanya.

Saya sendiri lanjut Mamoto, berani memerika pasien dan tidak segan-segan melakukan pemeriksaan secara total, karena saya sudah lebig dulu divaksin.

“Jadi saya tidak takut lagi tertular karena sudah kebal oleh vaksin. Namun demikian, saya sebagai dokter selalu perhatikan prokes dan menggunakan APD secara lengkap. Artinya saya tidak mau anggap enteng walau sudah divaksin,’’ jekasnya.

Untuk itu melalui kesempatan ini,saya imbau, agar kita semua siap divaksin dan yakinlah, jika semua warga sudah divaksin, virus corona pasti segera sirna di muka bumi ini.

Menjawab pertanyaan salah seorang peserta dari mana asal muasal virus ini, Mamoto mengatakan  virus itu datang akibat ulah manusia yang mengobrak-abrik perut bumi. Ada yang melakukan pembabatan hutan, membuat pertambangan dan sebagainya membuat semua virus yang binatang-binatang penghuni perut bumi keluar dari sarangnya dan akhirnya mengganggu manusia.

‘’Manusia tidak mau menjaga keseimbangan, semua tanah dan gunung digali, semuanya diobrak-abrik akibat keserakahan yang ingin menguasai harta dunia,’’ katanya.(sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar