Anggota DPR Jangan Merampok Lagi Ya…

Oleh: Sabar Hutasoit

Sabar Hutasoit

Sabar Hutasoit

PEMILIHAN calon anggota legislative (Pileg) tahun 2014, telah usai walau di beberapa wilayah masih ada pemungutan suara ulang karena ketidak tertiban petugas. Ada kertas suara yang tertukar, ada penghitungan suara yang tidak pas, ada kertas suara yang diragukan dan lain sebagainya. Namun secara umum pemilihan caleg periode 2014-2019 yang berlangsung 9 April 2014, berakhir dengan aman dan nyaman.

Tentu dari 5.608 caleg sepuluh persennya sudah terpilih untuk menduduki 550 kursi yang disediakan di gedung DPR yang megah dan anggun dan disebut lembaga terhormat itu. Mereka-mereka yang sudah dipilih itulah nanti yang berhak menikmati dinginnya udara di rumah yang namanya DPR ditambah empuknya kursi yang dibeli dengan menggunakan uang rakyat.

Sudah pasti dan hakul yakin, kalau semua nama yang kita pilih tanggal 9 April 2014 itu, kita tidak tahu sepak terjang mereka di panggung politik. Yang kita tahu adalah saat kampanye mereka semua mengumandangkan janji-janji manis lebih manis dari madu.

Mereka berjanji akan mensejahterakan rakyat, akan menegakkan hukum, akan memberantas korupsi, akan memberikan pengobatan gratis, akan menyediakan sembako yang murah, akan menggratiskan biaya sekolah, akan mengatasi banjir, akan mengatasi kemacetan lalulintas, akan menyerahkan pembangunan daerah Rp 1 miliar satu desa, akan menaikkan gaji pegawai terendah menjadi minimal Rp 5 juta satu bulan dan buanyak lagi janji-janji yang diumbar.

Namanya saja umbar janji. Gratis dan tidak ada yang melarang. Bebas sebebas-bebasnya mengumandangkan janji tersebut karena memang gampang mengucapkannya sebab lidah tidak bertulang sehingga pemilik lidah seenak perutnya membelokkan-belokkan lidahnya untuk mengucapkan apa saja yang dia maui.

Nah, sekarang sebagian dari pengumbar janji tersebut, sudah kita pilih dan kita beri mandat untuk jadi wakil kita di negeri tercinta ini sekaligus kita beri hak untuk menikmati segala fasilitas yang juga kita sediakan bagi mereka.

Pertanyaannya, masihkah mereka-mereka yang sudah kita pilih itu mengingat janji-janji uenak tadi ? Wallahualam. Pengalaman kita sebagai warganegara, mencatat bahwa umumnya mereka lupa atau sengaja melupakannya atau pura-pura tidak ingat.

Apa yang mereka umbar saat kampanye, tidak pernah berwujudnyata, emlainkan jauh panggang dari api. Jangankan berwujudnyata, menyinggung janjinya saja selama periode lima tahun ‘’berkuasa’’ tidak akan pernah.

Malah sebaliknya, mereka jadikan panggung terhormat yang bernama DPR itu sebagai ladang cari makan dan yang lebioh parah lagi DPR dijadikan alat merampok uang rakyat. Peraturan demi peraturan digojlok-gojlok hanya untuk memperkaya diri dan memperkaya kelompok sementara kepentingan akyat yang menjadikan mereka bisa bertakhta di parlemen, sama sekali tidak digubris alias dilupakan.

Harapan kita, semoga mereka yang kita pilih tidak mau lagi mengulangi pengalaman pahit dimana sejumlah anggota DPR terpaksa dijebloskan ke dalam penjara karena korupsi. Kalaupun mereka tidak bisa memenuhi seratus persen apa yang dijanjikan, mbok ya jangan merampoklah. Cukuplah para anggota DPR periode yang lalu sebagai figur yang tercatat dalam lembaran kelabu republik yang berlandaskan Pancasila ini. Jangan diulang lagi ya… ***

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar