Anggota DPR Pertontonkan Etika dan Moral yang Sangat Rendah Melalui Rapid Test

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Tes cepat atau rapid test virus corona yang akan diberlakukan kepada anggota DPR beserta keluarganya dinilai sebagai wujud ketidakpantasan yang hendak diperlihatkan oleh seorang wakil rakyat.

“Dalam keadaan rakyat panik dan kesusahan, pimpinan, angota DPR dan keluarganya mempertontonkan standar etika dan moral yang sangat rendah dan sangat tidak pantas. Mereka mendapatkan keistimewaan tes corona yang dipertontonkan sedemikian rupa di depan publik tanpa melihat keadaan dengan mata hati yang jernih,” ujar ekonom senior Didik J. Rachbini lewat siaran persnya, Selasa (24/3).

Pendiri Institute For Development of Economics and Finance (Indef) ini mengatakan, jika rencana kesekjenan tersebut benar-benar direalisasikan, maka sama saja melukai hati masyarakat di tengah kekhawatiran mengenai virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. “Semestinya DPR diam, tidak memberikan tontonan yang menyakiti hati rakyat jika tidak bisa berbuat untuk rakyat. Komunikasi DPR ke publik bukan hanya harus diperbaiki, tetapi humas yang ada sekarang harus dibekukan dan diganti profesional,” jelasnya.

Atas dasar itu, Didik mengecam anggota dewan dan keluarganya yang menggunakan keistimewaan dengan melakukan rapid test di tengah rakyat Indonesia sedang kalut dengan wabah Covid-19.

“Kesusahan rakyat dan dampak ekonomi yang luar biasa berat sama sekali tidak dipertimbangkan dalam mengomunikasikan fasilitas tes corona yang istimewa untuk anggota DPR dan keluarganya. Dengan ringan hati menyiarkan fasilitas istimewa para pimpinan dan anggota DPR yang terhormat. Ini sungguh merupakan pelanggaran etika politik, yang sangat tidak terhormat bagi pimpinan dan anggota DPR,” tandasnya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar