Angka Kejahatan di Kabupaten Bekasi Turun

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

CIKARANG, (Tubas) – Kepolisian Resor Kabupaten Bekasi mencatat angka penurunan tindak kejahatan di tahun 2011 jika dibanding tahun sebelumnya.

Kapolres Bekasi, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, di Cikarang, Kamis, mengatakan, dari bulan Januari sampai Oktober 2011, tercatat jumlah tindak kejahatan di wilayahnya sebanyak 1.251 kasus. “Pada tahun 2010, tindak kejahatan mencapai 1.698 kasus,” kata Wahyu.

Menurutnya, tindak kejahatan di tahun 2011 ini didominasi oleh kasus pencurian dengan kekerasan, penganiayaan berat maupun ringan, pencurian kendaraan bermotor, perjudian, kenakalan remaja, dan berbagai kasus lainya.

“Tahun ini paling banyak adalah kasus pencurian kendaraan bermotor,” katanya.

Dikatakan Wahyu, penurunan jumlah tindak kejahatan tersebut disebabkan karena gencarnya pihak Kepolisian melakukan razia di berbagai titik rawan di Kabupaten Bekasi.

“Anggota kami selalu patroli di titik rawan kejahatan. Selain itu juga melakukan razia kendaraan bermotor untuk mengejar para pelaku pencurian sepeda motor yang belakangan kian meresahkan warga,” ujarnya.

Menurut Wahyu, pihaknya juga terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku kejahatan yang beraksi di Kabupaten Bekasi. Dalam tiga bulan terakhir, kata dia, sedikitnya sudah ada 3 sindikat kejahatan pencurian sepeda motor yang berhasil ditangkap.

“Pencurian kendaraan bermotor sangat meresahkan, sebab para pelakunya tidak segan-segan melukai korbannya. Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, pihak Kepolisian juga menjalin kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat, seperi Pokdar dan Linmas, untuk ikut menjaga keamanan lingkungan di daerahnya masing-masing.

“Pokda dan Linmas kita latih penanggulangan kejahatan dan membangun sistem komunikasi yang efektif, sehingga kita bisa melakukan deteksi dini dan melakukan pengejaran terhadap pelaku kejahatan secara cepat,” katanya.

Wahyu mengatakan, antisipasi peningkatan tindakan kejahatan, pihaknya terus melakukan langkah prefentif dengan bersosialisasi maupun penyuluhan ke tingkat desa untuk menyampaikan informasi dan menghimbau ke masyarakat agar bersama-sama mencegah tindakan kejahatan di lingkungannya masing-masing.

“Kami juga melakukan sosialisasi kepada ketua RT se-Kabupaten Bekasi, untuk selektif mendata warganya sehingga jika ada aktivitas yang mencurigakan bisa langsung melakukan antisipasi,” pungkasnya. (rudi kosasih)

Berita Terkait

Komentar

Komentar