Anies Baswedan Terjerat Kasus Korupsi Rumah Nol Rupiah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengaku heran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak tahu soal adanya dugaan korupsi program rumah DP Rp0 persen. Program rumah DP 0 persen sendiri merupakan salah satu program unggulan Anies Baswedan – Sandiaga Uno dalam kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

“Saya ketawa aja kalo @aniesbaswedan bilang ga tau apa-apa tentang korupsi rumah DP 0 rupiah..,” kata Denny dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Jumat (12/3/2021).

Dia juga mempertanyakan jumlah anggaran yang besar untuk program tersebut dan tak diketahui oleh Anies selaku pimpinan tertinggi di DKI Jakarta.

“Uang yang keluar untuk beli tanah itu ratusan miliar rupiah, lho Nies. Masak pimpinan gak tau uang keluar segitu besar? Atau pura2 ga tau?,” sebutnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebutkan bahwa dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mengetahui teknis pengadaan lahan untuk program rumah DP Nol Rupiah.

Hal itu, kata Riza, termasuk pengadaan lahan di kawasan Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur yang diduga dikorupsi oleh anak buah mereka, yakni Direktur Utara PT Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan.

“Kami, pak Gubernur, saya dan jajaran itu tidak masuk wilayah teknis ya,” ucap Riza Patria, Jumat 12 Maret 2021 seperti dikutip dari Indozone.id.

Riza menjelaskan bahwa dirinya dan Anies Baswedan hanya membuat kebijakan tersebut. Namun, mengenai teknis, seperti pengadaan lahan itu dilakukan langsung oleh pihak Sarana Jaya.

“Kemudian kami meminta dinas perumahan, Sarana Jaya untuk menyiapkan DP 0 rupiah, masing-masing bekerja jadi kami tidak masuk wilayah teknis,” ungkap Riza.

Enggak mungkin lah gubernur-wagub ngurusin yang teknis-teknis, yang besar-besar saja kebijakan besar saja menyita waktu, apalagi masuk wilayah teknis. Itu tugas dinas, tugas sudin,” tambahnya.

Diketahui, KPK menyatakan akan memproses siapapun yang terlibat daam dugaan korupsi rumah DP Rp0. Kasus ini juga dinilai sebagai momen untuk memberantas mafia tanah di DKI Jakarta.

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan akan menindak siapapun yang terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan lahan rumah DP Rp 0 di Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Ditegaskannya, kini pihaknya tengah bekerja mengumpulkan bukti dan menuntaskan kasus tersebut.

“Kami paham keinginan rakyat bahwa setiap perkara korupsi harus ditangani hingga tuntas. KPK tetap fokus bekerja. Pada saat ini kita sedang bekerja mencari dan mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Dengan bukti-bukti tersebut, akan membuat terangnya suatu perkara pidana yang terjadi guna menemukan tersangkanya,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/3).

Dia bahkan menegaskan tak pandang bulu untuk mengungkap siapa pun pelakunya yang terlibat. KPK bertindak tegas dalam pemberantasan korupsi. “KPK tidak pandang bulu karena itu prinsip kerja KPK, “tuturnya. (roris)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar