Antasari akan Mengungkap Kasus yang Menjebloskannya ke Penjara

images-jpg2

JAKARTA, (tubasmedia.com)  – Saat berkunjung ke alamamaternya, Universitas Sriwijaya, di Palembang Selasa 22 November lalu, Antasari berjanji akan mengungkap kasus yang menjebloskannya ke penjara.

Antasari dijebloskan ke penjara pada 2009. Dia dituduh menjadi otak pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Kasus Antasari ini pun membuat heboh publik saat itu. Sebab, karir Antasari tengah berada di puncak.

Beberapa kali Antasari membuat gebrakan di KPK. Antara lain menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kaitan penyuapan kasus BLBI Syamsul Nursalim, dan menangkap Al Amin Nur Nasution dalam kasus persetujuan pelepasan kawasan hutan lindung Tanjung Pantai Air Telang, Sumatera Selatan.

Di tengah karir yang gemilang, Antasari ditumbangkan oleh kasus pembunuhan Nasrudin. Antasari berkali-kali membantah tak terlibat, namun dia tak punya daya apa-apa dan harus menghabiskan tujuh tahun enam bulan di penjara.

Antasari Azhar menunggu di ruang tahanan sebelum sidang lanjutan di PN Jaksel, Kamis (05/11). Sidang menghadirkan sejumlah saksi antara lain Sigid Haryo, Wiliardi Wizard dan Rani Yuliani.

Antasari divonis 18 tahun penjara dan mendapatkan remisi 53 bulan 20 hari, hingga akhirnya bebas bersyarat pada 10 November 2016.

Pada hari kebebasannya itu, keluarga Nasrudin menagih janji Antasari selama ia dipenjara, mengungkap kebenaran di balik kasus ini.

“Saya harus ingatkan dia kembali, mohon ingat janji Anda, tolong buka nurani Anda bahwa di balik kebebasan Anda ada saudara saya yang terbunuh, ada keluarga almarhum yang mengalami trauma dan sakit sampai sekarang,” ujar adik kandung Nasrudin, Andi Syamsuddin Iskandar.

Baik Antasari maupun keluarga Nasrudin, sudah mengetahui ada rekayasa di balik kematian Direktur PT Rajawali Putra Banjaran tersebut.

Karena itu, jauh sebelum bebas Antasari sudah bersepakat dengan keluarga Nasrudin untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

SMS Ancaman

Perlahan tapi pasti, Antasari kini mulai mencari siapa dalang yang menyeretnya ke penjara. Caranya, dengan menelusuri asal muasal pesan singkat (SMS) ancaman yang menjadikannya sebagai tersangka pembunuhan Nasrudin.

Untuk menelusuri sumber SMS ancaman tersebut, Antasari sudah berkonsultasi dengan ahli Informasi and Teknologi (IT) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurut Antasari, jika memang dia terbukti membuat dan mengirim SMS ancaman itu, dia siap ditembak mati.

“Ternyata ahli IT menemukan secara forensik, tidak ada SMS dari saya. Dengan data tersebut, menggunakan nama dan nomor saya dari sistem server orang lain, seolah itu saya. Saya bukan mengungkap siapa orangnya, tapi saya hanya melihat perbuatannya tentang SMS tersebut. Nanti akan terkuak siapa orangnya,” ujar Antasari.(red)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar