Antrean Peserta BPJS Masih Menjadi Masalah

235916_warga-antri-pembuatan-bpjs-kesehatan_663_382
JAKARTA, (tubasmedia.com)- Antrean peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih menjadi masalah pada saat mendaftar. Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menyoroti panjangnya antrean operasi pasien anggota BPJS di berbagai rumah sakit utamanya di RS Cipto Mangunkusumo.

Keluhan itu dilontarkan pihak Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof.DR.dr. Akmal Taher, Sp.U (K) saat “Bincang Senator” dengan thema “Nasib Pasien dan RS di Era BPJS” yang berlangsung di Senayan City, Jakarta, Senin (6/4/15).

“Antrean serius untuk mendapat layanan operasi sangat kita perhatikan saat ini. Sehingga kami pikir jalan keluarnya dibagi dalam jangka panjang dan pendek,” kata Akmal.
Ke depan, pemerintah sudah menyiapkan 110 rumah sakit rujukan regional yang bisa dimanfaatkan pasien BPJS di daerah dan sedang disiapkan sistemnya.

Sedangkan untuk jangka pendek, membenahi sistem rujukan sehingga pasien BPJS tertib sehingga pengobatan bisa dilakukan mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas atau klinik kemudian dirujuk ke rumah sakit.
Solusi lainnya, dilakukan penambahan fasilitas dan mendirikan rumah sakit swasta.

Menurut Akmal, pada prinsipnya, Kemkes mendorong satu hal yaitu usaha promotif-preventif atau pencegahan penyakit. Sebab tidak ada negara manapun yang sanggup membayar pelayanan kesehatan jika tidak ada pencegahan. Intinya primary health care. Kedua, mencegah penyakit kronis dan lansia. (marto tobing)

Berita Terkait

Komentar

Komentar