Site icon TubasMedia.com

APKLI Perkuat Konsolidasi dan Gerilya Ekonomi PKL Siapkan Diri Hadapi MEA 2015

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) tekankan kepada pedagang kaki lima (PKL) di seluruh Indonesia untuk merapatkan barisan, bersatu padu lakukan percepatan gerilya ekonomi dan siapkan diri hadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Ekonomi dan mata pencarian rakyat harus kuat dan kokoh. Hal ini wajib hukumnya untuk jaga dan pertahankan kedaulatan ekonomi bangsa demi utuhnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Untuk itu, selaku Ketua Umum DPP APKLI, saya perintahkan kepada Jajaran DPD APKLI Kab/Kota Se-Jabodetabek segera lakukan percepatan penguatan infrastruktur oganisasi dan usaha PKL disemua kawasan ekonomi se-Jabodetabek,” tegas Ketua Umum DPPD APKLI Ali Mahsun, Senin (33/3/15).

Menurutnya, era MEA 2015 akan berdampak dan mempengaruhi segenap aspek perekonomian nasional. Tak terkecuali terhadap ekonomi dan mata pencarian rakyat, usaha PKL disemua kawasan ekonomi, baik kawasan pasar, wisata, industri, pemukiman, dan kawasan PKL lainnya. “Mereka harus mampu bersaing dan unggul hadapi MEA 2015 karena menjadi ruh dan determinasi tegaknya kedaulatan ekonomi bangsa. Dan hal tersebut, bagi APKLI, apapun resikonya adalah harga mati,” tambah Ali.

Konsekuensi MEA 2015 adalag terjadi lalu lintas modal/capital, tenaga kerja (SDM), Barang dan Jasa, dan Teknologi ICT dengan bebas dan cepat keluar masuk Indonesia. Apapun alasan dan bentuknya, kehadiran investasi asing tak boleh menggerus dan mematikan ekonomi dan mata pencarian rakyat, usaha PKL disemua kawasan ekonomi, serta mengganggu dan merongrong kedaulatan ekonomi bangsa. “Tak boleh ada infiltrasi, intervensi dan penjajahan ekonomi di Indonesia,” ujar Ali.

Untuk itu, segenap pengurus DPW APKLI Propinsi dan DPD APKLI Kabupaten/Kota harus lakukan penguatan konsolidasi organisasi dan gerilya ekonomi rakyat dengan akseleratif diseluruh Indonesia. Hal ini adalah sebuah keniscayaan untuk antarkan Indonesia bisa bertahan dan harus unggul hadapi MEA 2015.

Indonesia tak boleh terkubur oleh liberalisasi ekonomi karena kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah harga mati. Bahkan nyawapun harus dipertarukan. Gerilya ekonomi rakyat oleh APKLI dipercepat dengan program Kartu Anggota APKLI berasuransi kecelakaan diri plus, kredit tanpa agunan atau pembiayaan syariah modal usaha PKL modifikasi grameen bank, dan support system teknologi ICT Usaha PKL.

Disamping itu, APKLI juga terus berupaya dongkrak daya saing usaha PKL melalui pendampingan dan pembinaan, sistem pergudangan distribusi dan usaha baru PKL semisal Point Payment Online Banking (PPOB) berbasis komunitas disetiap Kawasan PKL. “Dalam waktu 9 bulan ke depan, APKLI haqqul yaqin PKL menjadi garda depan Indonesia, sebagai kekuatan utama ekonomi rakyat yang mampu dan mau antarkan Indonesia unggul hadapi MEA 2015,” pungkas Ali. (angga)

Exit mobile version