Arteria Dahlan Musuh Orang Sunda….

BANDUNG, (tubasmedia.com) – Arteria Dahlan menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya meminta Kajati dicopot gegara bicara Bahasa Sunda. Meski sudah meminta maaf, desakan agar politisi PDIP itu disanksi terus bergema.

Seperti diketahui, Aeteria disorot khususnya oleh masyarakat Sunda akibat ucapannya saat rapat bersama Kejaksaan di DPR RI meminta agar Kajati yang berbicara bahasa Sunda dicopot. Permintaan itu disampaikan Arteria kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Ucapan Arteria itu akhirnya menimbulkan polemik. Masyarakat Sunda khususnya yang ada di Jawa Barat ramai-ramai mengecam anggota DPR RI Fraksi PDIP tersebut.

Buntut dari banyaknya kecaman tersebut, Arteria meminta maaf kepada masyarakat Sunda. Permohonan maaf itu disampaikan Arteria usai melakukan klarifikasi dengan DPP PDIP.

Permintaan maaf tersebut tak serta merta membuat Arteria bernafas lega. Sebagian masyarakat masih mendesak agar Arteria diberi sanksi oleh PDIP.

“Kami meminta agar yang bersangkutan dikenai sanksi berat oleh partai. Jangan hanya sanksi peringatan saja,” ucap Koordinator Forum Peduli Bandung Kandar Karnawan.

Kandar mengatakan pemberian sanksi berat ini bisa menjadi salah satu pembuktian PDIP bagaimana menyelesaikan kader bermasalah. Bahkan, sambung Kandar, pemberian sanksi berat itu juga bisa memulihkan kepercayaan publik terhadap PDIP.

“Ini untuk membuktikan kepada publik bahwa Partai PDIP tegas dan tidak pandang bulu terhadap kadernya yang salah. Itu salah satu cara agar memulihkan kepercayaan warga Jabar untuk Partai PDIP,” katanya.

Sebelum Arteria meminta maaf, Majelis Adat Sunda sudah melaporkan Arteria ke Polda Jabar. Ucapan Arteria dinilai sudah menyakiti masyarakat Sunda bahkan dikategorikan penistaan.

“Ini yang menyakitkan orang Sunda, saudara-saudara kita dari daerah lain juga merasa tersinggung, hari ini mungkin nasib jeleknya lagi menimpa orang Sunda, diperlakukan seperti itu. Tidak menutup kemungkinan di kemudian hari suku bangsa lain bakal dilakukan hal yang sama,” ujar Pupuhu Agung Dewan Keratuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Sebagja.

Meski sudah meminta maaf, Majelis Adat Sunda tetap melanjutkan proses hukum. Hal ini, kata Ari, sebagai bagian membuat efek jera agar tak lagi melakukan perbuatan yang menyakiti perasaan masyarakat.

“Kalau memaafkan, kami sudah memaafkan tapi kan harus ada pembelajaran apalagi anggota DPR RI melakukan tindakan tidak terpuji maka kami akan tetap melakukan proses hukum,” ujar dia.

Sebelumnya juga, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS). Mereka meminta agar DPP PDIP menarik Arteria Dahlan sebagai anggota DPR RI.

“Pertama, DPP PDIP menarik Arteria Dahlan dari keanggotaannya di DPR RI, di PAW lah. Kalau PDIP memikirkan masa depannya, memikirkan partainya terutama di Jabar di tatar Sunda, dia harus mencopot Arteria Dahlan, itu bulat,” kata Ketua PP-SS Cecep Burdansyah.

Selain sikap protes dari para tokoh dan warga, di Kota Bandung juga muncul baliho bertuliskan ‘ArteriaDahlan Musuh Orang Sunda’. Baliho itu terpajang di pertigaan Jalan Diponegoro di dekat Gedung Sate, Kota Bandung. (sabar)

 

Berita Terkait