Bakal Terseretkah Gerindra dan Demokrat Pasca Penangkapan Munarman ?

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Penangkapan Munarman seakan jadi “vonis mati” buat FPI dan Rizieq. Karena selama ini Munarman punya peran besar di ormas terlarang itu, maupun dalam persidangan Rizieq. Lalu apakah ini akan menyeret pihak lain di dunia politik?

Hubungan antara Gerindra dan FPI/Rizieq Shihab memang dipastikan dekat. Ketika aksi berjilid-jilid sedang ngetrend, Gerindra turut menikmati hasilnya. Yakni kemenangan di Pilkada DKI Jakarta.

Ketika Rizieq kabur ke Arab Saudi, politikus Gerindra silih berganti menemui Rizieq. FPI pun terlibat dalam ijtima ulama berjilid-jilid yang menjelang Pilpres 2019 mengusung Prabowo sebagai capres.

Hanya karena Gerindra kemudian bergabung ke dalam pemerintahan Presiden Jokowi, hubungan itu jadi tidak se-intens dulu. Tapi masih berhubungan dong.

Terbukti Fadli Zon masih vokal membela Rizieq, dari ketika masih di Arab Saudi hingga akhirnya pulang ke Indonesia. Bahkan Fadli Zon termasuk dalam para politisi yang antri menemui Rizieq di Petamburan pasca kepulangannya.

Fadli Zon juga turun langsung ke RS Polri Kramat Jati ketika ada serah terima jenazah 6 laskar FPI yang terlibat dalam penembakan aparat di Cikampek. Selain Fadli Zon, hadir pula Romo Muhammad Syafi’I, politisi Gerindra lainnya Sumber.

Politisi Gerindra lainnya, Habiburokhman pada bulan Desember lalu, membela Munarman. Sebelumnya, Munarman menyatakan kalau laskar FPI tidak membawa senjata api, terkait insiden tewasnya 6 laskar FPI di Cikampek. Pernyataan ini bertolak belakang dengan bukti yang diperoleh pihak kepolisian. Kemudian Munarman dipolisikan dengan dugaan penghasutan.

“Bang Munarman di pihak almarhum laskar yang tertembak karena beliau adalah sekjen dan sekaligus tim hukum FPI. Pernyataan beliau adalah bagian dari pembelaan diri yang merupakan hak seorang advokat. Tidak tepat kalau beliau dilaporkan pidana,” kata Habiburokhman .

Serupa dengan kata-kata Fadli Zon membela Munarman pasca ditangkap oleh Densus 88 kemarin Selasa (27/4). “Sy mengenal baik Munarman dan sy tdk percaya dg tuduhan teroris ini. Sungguh mengada2 n kurang kerjaan,” cuit Fadli Zon di Twitter link twitter.

Munarman Kawan Baik Saya

Sama manisnya dengan kata-kata Andi Arief, politisi Demokrat, yang juga membela Munarman, menyusul penangkapannya. “Aparat harus adil dan memiliki bukti kuat untuk menteroriskan Munarman. Jika tidak terbukti, harus dilepas. Munarman kawan baik saya, saya tidak yakin dia terlibat terorisme. Dia pasti kuat mengahadapi persoalan ini. Tugas kita mengawal ini agar ada keadilan,” cuit Andi Arief link twitter.

Andi Arief bukan orang sembarangan di Partai Demokrat. Dia punya jabatan dalam kepengurusan partai Demokrat 2020-2025 di bawah AHY sebagai Ketum. Yakni sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Parta Demokrat Sumber. Walaupun pernah tersandung kasus narkoba. Tetap saja Andi Arief diberi jabatan oleh AHY. Berarti Andi Arief bukan ecek-ecek dong. Bisa disebut mewakili Demokrat.

Apakah ada hubungan antara Demokrat dan Munarman? Ketika panas-panasnya kisruh partai Demokrat antara kubu AHY dan kubu Moeldoko, pada bulan Maret lalu, Munarman sempat menyatakan siap membantu kubu AHY. Nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba saja Munarman memberikan pernyataan,

“Kalau pihak AHY minta, saya siap membantu”. Dengan alasan Munarman membela pihak yang terzalimi Sumber. Sementara ketika marak aksi berjilid-jilid dari gerombolan 212 dulu, pernah berhembus kabar bahwa ada SBY di balik aksi 411 waktu itu. Yang kemudian disebut fitnah oleh pihak SBY Sumber. Betul atau fitnah? Wallahualam. Toh SBY tidak pernah mempolisikan orang yang mengusung dugaan tersebut, ya kan?

Kalau sekarang Andi Arief menyebut Munarman sebagai kawan baik, saya kira Partai Demokrat harus siap dengan konsekuensinya. Jangan baper lagi ketika muncul lagi dugaan keterkaitan Demokrat dengan gerombolan Munarman CS.

Sedangkan penangkapan Munarman ini kan dikaitkan dengan tindak pidana terorisme. Penggeledahan markas FPI di Petamburan menghasilkan banyak barang bukti bahan pembuat bom Sumber. Lalu ada pula bukti video yang sudah lama beredar, soal kehadiran Munarman dalam acara baiat ISIS di Makassar pada tahun 2015. Ini didukung oleh pengakuan Ahmad Aulia, terduga teroris yang ditangkap pada Januari lalu Sumber Sumber.

Bagaimana nanti jika semua hal yang disangkakan ke Munarman terbukti di pengadilan? Ya jangan heran kalau Demokrat ikut terseret. Petingginya saja berkawan baik kan? Kecuali nanti pakai strategi buang badan ya.

Bagaimana dengan Gerindra? Fadli Zon tidak bisa jadi wakil rakyat tanpa Gerindra. Itu sudah pasti. Begitu pula para politisi Gerindra yang sudah akrab dengan FPI, Rizieq maupun Munarman. Tidak akan disebut sebagai politisi, tanpa adanya Gerindra. Kalau Gerindra betul-betul konsekuen dengan komitmennya bergabung dengan pemerintahan Presiden Jokowi, harusnya tidak akan ada pembelaan dari politisinya terhadap Munarman dan gerombolannya. (red)

Berita Terkait