Balai Besar Keramik, Rekayasa Keramik Tahan Peluru

BANDUNG, (tubasmedia.com) – Balai Besar Keramik, Kementerian Perindustrian melalui penelitian pilot project keramik tahan peluru dan kerjasama litbang lainnya, telah menghasilkan keramik tahan peluru.

Keramik tahan peluru ini akann dijadikan sebagai alat pertahanan negara.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Besar Keramik, Dr Gunawan dalam obrolan dengan wartawan di Bandung, kemarin.

Keramik tahan peluru tersebut katanya sudah memenuhi syarat TNI/POLRI (NIJ Standard-0101.04) Level IV, yaitu lolos uji tembak dengan senjata M-16, AK-47 dan SS-1.

Produk keramik tahan peluru ini kata Gunawan, telah mendapatkan pengesahan tipe dari Direktorat Jenderal Sarana Pertahanan, Direktorat Standarisasi dan Kelaikan, Kementerian Pertahanan RI.

Tujuan dari penelitian dan pengembangan saat ini menurut Gunawan, untuk mengantisipasi kebutuhan alat pertahanan di dalam negeri yang masih tergantung pada produk impor sehingga dengan dibuatnya alat pertahanan secara mandiri, akan didapat beberapa keuntungan seperti pemenuhan sebagian kebutuhn alat pertahanan di dalam negeri.

Juga pemberdayaan sumber daya nasional yang ada dan fasilitas yang dimiliki institusi litbang dan industri terkait. Selain itu akan ada keuntungan pemanfaatan  bahan baku dalam negeri serta waktu pengadaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan harga akan relatif lebih murah sehingga dapat menghemat devisa negara.

Hanya saja, lanjut Gunawan, berat satuan keramik tersebut masih dirasa terlalu berat jika dijadikan alat perang sehinga hingga kini masih dirancang, bagaimana menciptakan alat pertahanan keramik itu menjadi lebih ringan lagi tanpa mengurangi ketahananannya terhadap peluru.

Berbicara tentang keramik, Gunawan menyebut tidak bisa lepas dari pasokan gas sebagai bahan baku utamanya.

Pengadaan dan harga gas selama ini menurutnya selalu bermasalah dan kelihatannya sulit ditemukan solusinya. “Permasalahannya itu itu saja bolak balik dan tak kunjung nemu jalan keluarnya,’’kata Gunawan.

Secara teknologi menurutnya tidak ada masalah untuk menumbuhkembangkan industri keramik di dalam negeri dan produsn nasional siap bertarung dengan keramik impor bahkan menurutnya, Indonesia telah siap dengan diversifikasi produk.

Balai Besar Keramik telah mengembangkan membran untuk sari buah dari keramik serta filter untuk pabrik semen serta PLTU dan juga pembuatan filter keramik, rompi anti peluru, gigi dan tulang palsu, bone ash.

“Mudah-mudahan tahun depan untuk gigi dan tulang buatan sudah bisa terealisasi,’’ kata Gunawan. (sabar)

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar