Balai Kemenperin di Pekanbaru Pacu Hilirisasi dan Standardisasi Industri

PEKANBARU, (ubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian fokus untuk terus memacu kebijakan hilirisasi industri karena diyakini dapat meningkatkan nilai tambah bahan baku di dalam negeri.

Seiring langkah strategis tersebut, juga dilakukan penerapan standardisasi produk industri agar mampu kompetitif di pasar domestik hingga ekspor.

“Potensi sumber daya alam (SDA) di Indonesia masih sangat tinggi dan bervariasi, sehingga menjadi peluang untuk dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk industri yang bernilai tambah melalui pengembangan dan diversifikasi produk industri,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar pada acara Peresmian Kantor dan Laboratorium Balai Pengembangan Produk dan Standardisasi Industri (BPPSI) di Pekanbaru, Riau, Senin (1/7).

Menurutnya, pihaknya bertekad mendorong pengembangan industri pengolahan, salah satunya potensi yang ada di provinsi Riau. Upaya ini dijalankan dengan memperkuat peran kelembagaan BPPSI Pekanbaru.

“Peran BPPSI Pekanbaru sebagai unit pelaksana teknis atau perpanjangan tangan Kemenperin perlu terus ditingkatkan, salah satunya dengan peningkatan sarana dan prasarana perkantoran yang lebih representatif dan laboratorium pengujian yang memenuhi,” paparnya.

Haris menjelaskan, seiring bertambah dan berkembangnya industri di provinsi Riau, peran standardisasi akan semakin vital untuk pemenuhan standar dan peningkatan daya saing industri itu sendiri.

Di samping itu, dengan potensi SDA, terutama hasil perkebunan dan pertanian yang berlimpah di Riau, potensi untuk pengembangan produk industri melalui hilirisasi dan diversifikasi produk akan semakin diperlukan. (ril/sabar)

 

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar