Banjir Sumatera, Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok

kebutuhan-pokok-_1407250004

MEDAN, (tubasmedia.com) – Harga sejumlah kebutuhan pokok pasca-banjir di beberapa pasar di Medan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan tersebut terjadi akibat lahan pertanian para petani terendam banjir.

Seperti yang terjadi pada pasar Pasar Simpang Limun, Sei Kambing dan Pasar Petisah, Medan. Harga bahan pokok yang mengalami kenaikan antara lain cabai merah dan cabai rawit yang mengalami kenaikan dari Rp30 ribu hingga Rp36 ribu/kg.

Kenaikan harga bahan pokok ini dipicu akibat curah hujan yang cukup tinggi hingga menyebabkan banjir di sejumlah titik di Kota Medan. Akibatnya sejumlah pertanian terendam banjir.

“Stok menipis, sayuran tidak cukup akhirnya harga sayuran naik. Naik Rp1.000 hingga Rp2.000 ribu untuk satu ikat sayuran,” ujar salah satu pedagang sayuran, Rita di Medan, Jumat lalu.

Sebelumnya intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir di tiga kecamatan di Kota Medan, yang mengakibatkan sejumlah warga mengungsi.

Pekanbaru

Sementara itu dari Kota Pekanbaru Riau dilaporkan, Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinsag) Kota Pekanbaru Masirba Sulaiman mengatakan pihaknya menjamin stok kebutuhan pokok di Kota Bertuah masih aman menjelang beberapa hari ke depan, meski terjadi musibah bencana banjir yang menyebabkan akses menuju Pekanbaru terganggu.

“Untuk stok kebutuhan pokok hingga beberapa hari kedepan masih aman, harga masih stabil, apabila ada kenaikan harga masih dinilai wajar karena naiknya masih dibawah 10 persen. Kita lihat belum ada lonjakan harga yang signifikan akibat dari bencana banjir yang melanda daerah perbatasan maupun daerah menuju Pekanbaru,’’ katanya..

Masih amannya stok kebutuhan pokok katanya, karena pasokan tidak hanya berasal dari provinsi Sumatra Barat (Sumbar) saja, namun masih ada dari daerah lain seperti di Medan sehingga keseimbangan harga di pasar bisa tetap terjaga.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi lonjakan harga akibat terkendalanya jalan akses yang menghubungan Riau dan Sumbar,” paparnya

“Pedagang sudah kita ingatkan agar tidak memainkan harga. Karena sampai saat ini stok sembako masih aman dan terkendali,”tegasnya.

Padang

Akan halnya dari Padang dilaporkan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengalami kenaikan akibat cuaca buruk yang terus terjadi beberapa hari terakhir.

“Sebelumnya dua hari terakhir harga cabai hijau per kilogramnya Rp 20 ribu, namun sekarang kami terpaksa menjual dengan harga Rp 28 ribu,” kata Busra (21), salah seorang pedagang di Pasar Pariaman, di Pariaman, Selasa lalu.

Selain cabai hijau, harga tomat juga mengalami kenaikan sebesar Rp 2 ribu, dimana sebelumnya harga tomat hanya Rp 6 ribu untuk setiap kilogramnya.

Untuk cabai merah sendiri juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan, untuk satu kilogram cabai merah dijual Rp 34 ribu naik Rp 8 ribu dari harga sebelumnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut tidak terlepas dari cuaca buruk dan hujan yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Pengakuan dari pemasok barang, ia terkendala untuk memanen hasil pertanianya karena cuaca buruk seperti hujan lebat yang terjadi di beberapa daerah,” jelasnya.

Pedagang lainnya, Tri Saputra (20) juga menyatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok diiringi cuaca buruk beberapa hari terakhir.

“Kami terkendala pasokan kebutuhan barang, permintaan yang tinggi oleh konsumen tidak terpenuhi dengan persedian yang ada sehingga harga menjadi naik,” kata dia.

Akibatnya, omzet para pedagang setempat juga mengalami penurunan karena daya beli masyarakat lesu.

“Satu pekan sebelumnya omset saya bisa mencapi Rp4 juta, namun karena cuaca buruk dan hujan yang berkepanjangan penjualan dan omzet ikut turun juga,” jelasnya.

Hen (32), pedagang beras setempat menyebutkan, akibat cuaca buruk beberapa hari terakhir menyebabkan pasokan beras juga berkurang. Pasokan beras yang berkurang berimbas kepada harga beras yang dijualnya.

Untuk beras kualitas baik jenis sokan satu kilogramnya dijual dengan harga Rp 13.500, naik Rp 500 dari harga sebelumnya. “Biasanya pasokan beras selama satu minggu itu mencapai 300 kilogram, namun untuk minggu ini kami masih menggunakan persedian minggu lalu karena pasokan baru belum masuk,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) setempat, Gusniyetti Zaunit, mengatakan kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok tidak terlepas dari dampak cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Hujan yang terus terjadi di beberapa daerah berimbas kepada pasokan kebutuhan pokok di Pariaman karena kita masih membeli ke luar daerah,” kata dia.

Pihaknya juga akan terus memantau harga di pasaran agar tidak ada oknum pedagang yang menjual dengan harga di luar batas kewajaran. (red)

Berita Terkait