Bareskrim Polri Memastikan AS Jadi Tersangka

samad

JAKARTA, (tubasmedia.com)-Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas nama nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad (AS) saat ini sedang ditangani Bareskrim Polri bukan atas inisiatif sendiri selaku penyidik.

Namun penetapan Sprindik tersebut adalah berdasarkan kasus yang dilaporkan pada Senin (26/1/15) ke Bareskrim Polri oleh M Yusuf Sahide selaku Direktur Eksekutif KPK Watch. Saat ini Sprindik atas nama AS tersebut oleh Bareskrim telah dikirimkan ke Kejaksaan Agung.
Mulanya, pelapor menaruh rasa curiga adanya pertemuan AS dengan petinggi partai politik pada masa Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 membahas kesepakatan mengenai proses hukum yang melibatkan politisi PDI-Perjuangan, Izedrik Emir Moeis Kesepakatan itu terkait keinginan AS menjadi calon wakil presiden bagi Jokowi namun dengan temali agar diringankan beban hukum bagi terpidana Izedrik Emir Moeis.

Sementara, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) telah menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara ditambah hukuman denda Rp 150 juta atau subsidair tiga bulan kurungan. Hukuman yang ditetapkan terhadap Emir Moeis itu, dinyatakan terbukti kaitannya dengan kasus suap proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tarahan, Lampung pada tahun 2004.

Menindaklanjuti laporan Direktur Eksekutif KPK Watch kemudian Kepala Bareskrim Polri Inspektur Jenderal (Pol) Budi Waseso menetapkan Ketua KPK AS akan distatuskan sebagai tersangka pada salah satu kasus yang dilaporkan ke Polri dimaksud.

“Pasti jadi (tersangka), pasti ya,” tandas Budi di pelataran Bareskrim, Kompleks Mabes Polri, Selasa (3/2/15) pagi menanggapi pers.
Namun soal kapan waktunya AS ditetapkan sebagai tersangka belum dapat dipastikan. “Itu kewenangan penyidik, bukan kewenangan saya. Saya tidak boleh intervensi penyidik. Tugas saya cukup hanya mengawasi saja,” jelas Budi meyakinkan.

Termasuk soal kapan AS diperiksa, juga tak dapat dipastikan Budi karena hal itu juga kewenangan penyidik. Gerakan Budi hanya sebatas mendapatkan laporan atas kasus-kasus yang ditangani penyidik terkait AS. (marto tobing)

Berita Terkait